Perhatikan, Ini Bahaya Memakai Tusuk Gigi

Advertisement

TOPMETRO.NEWS – Sudah menjadi kebiasaan, kebanyakan orang menggunakan tusuk gigi setelah selesai makan. alasannya sangat sederhana, ada sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi. Menurut para ahli, menggunakan tusuk gigi adalah salah satu cara yang kurang sehat. Sesekali mungkin masih aman, namun bagaimana jika ada seseorang yang sudah kecanduan dengan tusuk gigi? Beberapa ada lho, yang benar-benar tidak bisa lepas dari tusuk gigi pasca makan.

Kita akan membahas beberapa alasan mengapa kamu harus berhenti menggunakan tusuk gigi sering-sering. Pasalnya, bahaya yang ditimbulkan cukup ngeri. Penasaran? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Menyebabkan abrasi

Merdeka.com – Saat kamu menggunakan tusuk gigi untuk mengangkat sisa-sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi atau gusi, maka hal tersebut tanpa disadari akan menyebabkan abrasi. Selain itu, dalam kasus terparah juga bakal berakhir dengan pendarahan.

Jika tetap dilakukan dalam jangka waktu yang lama tanpa menghiraukan pertanda itu, dapat menyebabkan kerusakan pada seluruh set gigi. Waduh!

2. Penyakit gusi

Merdeka.com – Menggunakan tusuk gigi hanya sesekali mungkin masih aman. Dampak tidak akan terjadi separah jika kamu terus menggunakannya tiap selesai makan. Pasalnya kebiasaan tersebut dapat menyebabkan kerusakan tidak hanya pada gigi, namun juga gusi. Jika tidak diobati dan ditangani dengan baik, maka dapat menyebabkan penyakit gusi ireversible parah.

3. Kerapatan gigi melonggar

Merdeka.com – Ketika tusuk gigi sering dipakai untuk membersihkan di tempat yang sama, maka hal tersebut akan menciptakan ruang yang lebih besar dan lebar antara satu gigi dengan sebelahnya. Ini justru akan lebih memperburuk kondisi. Ada kemungkinan makanan yang lebih besar bisa sering nyangkut di sana karena kerapatan gigi sudah berkurang.

4. Kerusakan enamel gigi

Merdeka.com – Ketika seseorang menggunakan tusuk gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan, ada salah satu kebiasaan yang sulit dihindarkan. Proses pembersihan atau pencongkelan sisa makanan akan disertai dengan gigitan-gigitan kecil pada ujung tusuk gigi.

Padahal hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada enamel gigi. bagi yang belum tahu, enamel gigi adalah lapisan luar gigi yang bisa dilihat. Lapisan ini mengandung 5 persen air dan 95 persen zat inorganik hidroksi apalit (senyawa kalsium fospat), dan zt organik (protein serta mukopolisakarida). Enamel merupakan bagian paling kuat dalam tubuh manusia. Anda bisa membayangkan jika bagian terkuat ini sampai rusak. Hmmm….

5. Posisi gusi berubah

Merdeka.com – Penggunaan tusuk gigi dengan intensitas tinggi sudah dibahas sebelumnya bahwa akan menyebabkan kerusakan pada gusi. Namun yang cukup mengkhawatirkan dalam kondisi kerusakan gusi adalah berubahnya posisi gusi yang akan bergerak turun dari posisi sebenarnya.

Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada akar gigi juga, lho. Tentu saja akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Ini juga yang sering dialami banyak orang, ketika mengaku sudah sering membersihkan gigi namun masih sering sakit gigi. Terkadang mereka lupa bahwa tusuk gigi pun juga bisa berbahaya.

6. Bau mulut

Merdeka.com – Tusuk gigi biasanya digunakan untuk menghilangkan sisa-sisa makanan yang terjebak di antara gigi. Ketika makanan ini berada di sana dalam jangka waktu yang lama maka akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Saat tusuk gigi berhasil menjangkau dan mengeluarkannya, Anda bisa jadi akan mengalami yang namanya napas tak sedap.

Hal ini disebabkan oleh celah yang tadinya dihuni oleh makanan kecil membandel tadi tiba-tiba terangkat. Maka celah tersebut tentu masih meninggalkan bau yang tak sedap. Hmm…(TMN/merdeka)

Advertisement

Related posts

Leave a Comment