JPU Belum Siap, Sidang Tuntutan Sri Bulana Ditunda

JPU Kejari Langkat

topmetro.news – Persidangan No. Perkara 246/Pid.B/2021/PN.Stb terkait Pasal 242 tudingan memberikan keterangan palsu dengan terdakwa Sri Bulana Br Sitepu dalam agenda pembacaan tuntutan oleh JPU Kejari Langkat, Imelda, tertunda.

Penundaan pembacan tuntutan ini diketahui saat Ketua Majelis Hakim PN Stabat As’ad Rahim Lubis SH MH membuka persidangan. Sidang itu sendiri berlangsung di Ruang Candra, Selasa (28/9/2021). “Bagaimana Bu Jaksa. Apa sudah siap hari ini dengan pembacaan tuntutannya?” ujar As’ad.

JPU Imelda yang terlihat selama ini cenderung lebih condong ‘berpihak’ kepada para pelapor. Karena ada dugaan terkait hubungan emosional kekeluargaan antara saksi korban Arihta dengan suami oknum jaksa. Sekaligus saksi dalam No. Perkara 246/Pid.B/2021/PN.Stb, yaitu Rumondang Siregar SH MH.

Hal ini terlihat, oknum JPU selalu memberikan advis dan masukan-masukan kepada para saksi korban. Untuk membicarakan langkah-langkah hukum di luar fakta persidangan yang masih berlangsung.

Sebagaimana diketahui, persidangan Pasal 242 KUHP terkait tudingan bersaksi palsu dengan terdakwa Sri Bulana Br Sitepu ini, banyak fakta-fakta keterangan dalam persidangan dari sejumlah saksi korban yang tidak mengerti dengan keterangan dalam BAP yang dibuat penyidik Polres Langkat.
Sehingga, tudingan memberikan kesaksian palsu yang dituduhkan kepada Sri Bulana terkesan sumir. Apalagi, banyak saksi korban yang hadir tidak bisa menjawab pertanyaan majelis hakim serta PH terdakwa, Yusfansyah Dodi SH dan Hutri Lubis SH, terkait keterangan yang mana mereka anggap terdakwa berbohong. Sebab, para saksi korban sendiri ternyata banyak yang memiliki hutang dengan terdakwa Sri Bulana.

Arogansi Hakim

Bahkan, tudingan Majelis Hakim Edi Siong yang memimpin sidang kasus penipuan dengan terdakwa Susi Susanti pada agenda sidang sebelumnya, bahwa Sri Bulana yang menjadi saksi telah memberikan keterangan palsu, menurut penilaian beberapa pihak, terlalu menggunakan arogansi kekuasaan dalam mengeluarkan penetapan.

Hal ini sebagaimana penyampaian salah seorang praktisi hukum yang mengamati jalannya persidangan Susi Susanti. Dan kasus Pasal 242 dengan terdakwa Sri Bulana.

Advokat dari Medan bernama Slamet Mulyana SH itu mengatakan, saat memberikan kesaksiannya, Sri Bulana yang sebenarnya notabene juga menjadi korban kebohongan Susi Susanti.

“Tapi Edi Siong dan JPU Rumondang seolah telah menghakimi sepihak dengan bermodalkan kekuasaan serta kewenangannya dalam persidangan. Ini terindikasi adanya kepentingan pribadi adanya hubungan kekeluargaan dengan saksi pelapor, Arihta Br Sembiring,” ujarnya, Senin (28/9/2021), kepada media ini di Alun Alun Amir Hamzah, Stabat.

reporter | Rudy Hartono

Related posts

Leave a Comment