Obat Covid-19 Pfizer Versi Generik akan Diproduksi di 95 Negara

Obat Covid-19 Pfizer Versi Generik akan Diproduksi di 95 Negara

topmetro.news – Perusahaan obat Pfizer akan mengizinkan produsen generik memasok pil antivirus eksperimental Covid-19 ke 95 negara berpenghasilan rendah dan menengah. Kesepakatan ini tertuang melalui perjanjian lisensi dengan kelompok kesehatan masyarakat internasional, Medicines Patens Pool atau MPP.

Perjanjian antara Pfizer dan MPP akan memungkinkan kelompok yang didukung PBB untuk memberikan sub-lisensi kepada produsen obat generik yang memenuhi syarat untuk membuat versi PF-07321332. Pfizer akan menjual pil yang produksinya dengan nama merek Paxlovid.

Namun kesepakatan itu menurutnya pesimis oleh badan amal medis Medecins Sans Frontieres atau MSF. Sebabnya tak ada China dan Argentina yang merupakan produsen obat mapan, untuk memproduksi obat generik Pfizer tersebut.

“Jika kita benar-benar ingin mengendalikan pandemi, akses ke alat medis Covid-19 perlu dijamin untuk semua orang. Di mana saja,” kata Yuanqiong Hu, Penasihat Kebijakan Hukum Senior MSF.

Obat Covid-19

Obat Covid-19 buatan Pfizer, sama seperti vaksinnya,  mampu mengurangi kemungkinan rawat inap atau kematian untuk orang dewasa yang berisiko penyakit parah sebesar 89 persen dalam uji klinisnya. Berkombinasi dengan ritonavir, obat HIV yang sudah tersedia secara umum.

Dengan kesepakatan itu, obat Covid-19 buatan Pfizer produksinya bisa dengan biaya yang murah.

“Kami sangat senang ada obat lain untuk melindungi orang dari penyakit parah akibat Covid-19,” ujar Charles Gore, Direktur Eksekutif Medicines Patent Pool.

Gore berharap versi generik obat Pfizer akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang. Sebanyak 95 negara dalam perjanjian tersebut mencakup sekitar 53 persen dari populasi dunia. Obat akan tersebar di negara berpenghasilan rendah dan juga menengah ke bawah dan beberapa negara berpenghasilan menengah ke atas di Afrika Sub-Sahara.

“Kita harus bekerja untuk memastikan bahwa semua orang memiliki akses ke obat ini,” kata Kepala Eksekutif Pfizer Albert Bourla dalam sebuah pernyataan.

Pfizer juga akan membebaskan royalti atas penjualan di negara-negara berpenghasilan rendah. Perusahaan juga akan membebaskan royalti di negara-negara lain yang termasuk dalam perjanjian selama Covid-19 tetap diklasifikasikan sebagai darurat kesehatan masyarakat.

Versi obat ini akan banyak yang minat. Meski akan memproduksi obat dalam jumlah besar, Pfizer mengaku kewalahan untuk dapat memasok 47 persen populasi dunia.

sumber: Tempo.co

Related posts

Leave a Comment