Serapan Dana Kelurahan Masih Rendah, Parlindungan: Ini Kehati-hatian atau tidak Bisa Dilaksanakan

serapan dana kelurahan

topmetro.news – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Medan, Parlindungan Sipahutar menyoroti minimnya serapan dana kelurahan Tahun Anggaran (TA) 2021. Sebab, dari persentase yang dipaparkan camat se-Kota Medan, serapan anggaran untuk dana kelurahan tahun anggaran (TA) 2021, jika dirata-ratakan masih berkisar 65 sampai 70 persen.

“Ini menunjukkan masih rendahnya dana kelurahan yang terserap,” ungkap Sipahutar, saat ditemui wartawan, Kamis (23/6).

Dia mengaku, dihadapan sejumlah anggota DPRD Medan yang tergabung pada Badan Anggaran dan Camat se-Kota Medan, mempertanyakan minimnya serapan anggaran tersebut. “Apakah ini sebuah bentuk kehati-hatian, atau memang programnya yang belum bisa dilaksanakan dengan baik,” bebernya.

Politisi yang tergabung pada Komisi I DPRD Medan itu menerangkan, secara total dari penyampaian camat pada rapat yang lalu, sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) mencapai sebesar Rp190 Miliar.

“Kalaulah anggaran kelurahan ini diserap secara maksimal, tentu tidak ada lagi jalan maupun gang-gang di Kota Medan ini rusak/becek,” imbuhnya.

Sebab, ia mengaku bila sampai saat ini masih melihat banyaknya gang di Kota Medan dalam kondisi rusak, sehingga ketika hujan, gang tersebut susah dilalui karena becek.

“Kita meminta kepada para camat se-Kota Medan agar kedepanya bisa menggunakan anggaran ini secara maksimal dan tepat sasaran,” imbuhnya.

Ia juga mengaku tidak menginginkan seorangpun lurah maupun camat di Kota Medan yang tersandung masalah hukum karena salah memanfaatkan anggaran. Karena Rp1 pun anggaran yang dipergunakan tetap diawasi.

“Saya mengusulkan agar tim Bangar DPRD Medan turun ke lapangan guna melihat kondisi yang sebenarnya, minimal di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing,” sarannya.

Reporter | Thamrin Samosir

Related posts

Leave a Comment