Pemilik Diskotik New Blue Star dan Barak Narkoba Kebal Hukum? Kapolres: Bawa Sini Faktanya

Bisnis usaha tempat hiburan malam (THM) seperti diskotik dan barak narkoba plus perjudian elektronik (mesin ikan dan jackpot) ternyata sangat menjanjikan.

topmetro.news – Bisnis usaha tempat hiburan malam (THM) seperti diskotik dan barak narkoba plus perjudian elektronik (mesin ikan dan jackpot) ternyata sangat menjanjikan.

Buktinya, kehidupan Supris, mantan supir angkutan kota (angkot) jurusan Namu Ukur, Tanah Seribu dan Kota Binjai ini bisa meningkat. Ia berhasil membangun rumah bak istana serta garasi luasnya penuh dengan kendaraan roda 4 yang harganya cukup mahal. Semuanya berawal dari bisnis peredaran gelap narkotika.

Data yang topmetro dapatkan dari berbagai sumber terpercaya, serta pengenalan pribadi awak media ini kepada Supris sewaktu masih menjadi supir angkot dan kini jadi salah satu bos lokasi THM serta barak narkoba di seputaran Tanjung Pamah dan Pondok Kloneng ini, salah satu bentuk usaha legal yang ia miliki adalah Champion Cafe and Resto. Lokasinya di Jalan Sungai Musi Tanah Seribu Binjai Kloneng Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Usaha cafe tersebut juga disinyalir modal usahanya berasal dari bisnis ilegal narkotika jenis Ekstasi yang diedarkan dengan bebas di Diskotik New Blue Star dan narkotika jenis sabu.

Sehingga, tidak usah heran jika nasib mantan supir angkot ini berubah drastis menjadi seorang jutawan. Bahkan kekayaannya bisa mencapai miliaran Rupiah.

Kendati bisnis dan usaha yang dilakoni pemilik Diskotik Key Garden (sudah dirubuhkan) dengan Supris selaku pemilik Diskotik New Blue Star terkesan ilegal, namun keberuntungan Supris sepertinya masih dinaungi ‘Dewi Fortuna’.

Buktinya, kendati awak media ini menyaksikan langsung peredaran narkotika jenis Eskstasi di Diskotik New Blue Star yang ditengarai juga belum memiliki izin operasional dari Dinas Pariwisata Sumut dan izin keramaian dari Polres Langkat, namun Supris sampai saat ini masih belum tersentuh hukum.

Bahkan, bangunan diskotik yang sampai saat ini belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PMB) dari Pemkab Langkat masih berdiri kokoh.

Hebatnya, kendati sudah berulangkali terjadi penyegelan oleh Pemprovsu bersama Polda Sumut, Polrestabes dan Kodam I/BB, serta Pemkab Langkat, namun diskotik itu tetap beroperasi. Upaya penyegelan itu malah terkesan hanya main-main.

Buktinya, belum ada pencabutan serta pembukaan segel secara resmi oleh pemerintah daerah serta Tim Penertiban, ajaibnya, THM Diskotik New Blue Star bisa bebas beroperasi. Hanya saja memasuki Bulan Ramadhan 1445 H Tahun 2024 ini terlihat tutup sementara.

Rutin Razia

Terpisah, Kapolres Binjai AKBP Rio Alexander Panelewen SIK saat dikonfirmasi topmetro.news, Minggu (24/3/2024), terkait sikap dan tindakan Polres Langkat terhadap operasional Diskotik New Blue Star yang dengan bebas mengedarkan narkotoka jenis Ekstasi, Kapolres mengatakan pihaknya rutin melakukan razia.

“Sudah kami razia setiap malam,” ujar AKBP Rio melalui chat WhatsApp, Minggu (24/3/2024).

Wartawan kemudian menanyakan, apakah pihak Polres Binjai sudah pernah memanggil Supris selaku pemilik Diskotik New Blue Star? Karena setiap THM tersebut beroperasi, dengan bebas mengedarkan narkotika jenis Ekstasi kepada pengunjung.

Apalagi sudah menjadi rahasia umum jika Supris juga disebut-sebut memiliki beberapa barak narkotika jenis sabu. Hal ini diperkuat pada saat dilakukannya penggerebegan lokasi Diskotik Key Garden serta barak narkoba di sekitarnya, petugas juga sempat menyisir barak narkoba milik Supris dan menangkap beberapa pekerja di barak tersebut.

Bahkan, usai melakukan penggerebegan, Supris disebut-sebut sempat kabur dan sempat jadi buronan.

Menajwab pertanyaan ini, Kapolres Binjai AKBP Rio Alexander Panelewen SIK balik minta faktanya. “Mana faktanya?? Bawa sini faktanya,” ketus Kapolres Langkat.

Saat wartawan bertanya kembali, apa maksud pernyataannya mengenai membawa fakta terkait konfirmasi dari topmetro.news, orang nomor 1 di Polres Binjai tersebut tidak menjawab.

reporter | Rudy Hartono

Related posts

Leave a Comment