4 Wisata Religi Kota Medan

Medan merupakan Kota yang menyimpan banyak situs sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Sebagai kota terbesar ketiga setelah Jakarta dan Surabaya, Medan selalu terlihat padat dan sibuk. Sebagian orang menilai kota ini bersih dan rapi namun sebagian lagi sebaliknya, menganggap penataan kotanya urak-urakan dan kotor.

Terlepas dari penilaian positif atau negatif tentang kota penghasil tembakau Deli ini. Medan tidak pernah sepi dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Dilansir dari website pemkomedan.go.id, jumlah wisatawan medan pernah mencapai 15 ribu pada januari 2023 lalu. Meskipun angka tersebut masih jauh di bawah Jakarta ataupun Surabaya, namun masyarakat Medan harus berbangga hati karena pencapaian tersebut.

Bagi kalian yang penasaran dengan Kota Medan, tentunya banyak sekali destinasi wisata yang bisa kalian. Mulai dari wisata alam sampai kuliner. Medan juga punya  banyak wisata religi yang bisa kalian datangi lo. Tempat ini tentunya cocok bagi orang-orang yang senang atau mau mendalami sebuah agama. Penasaran dengan tempatnya, ini dia

  1. Vihara Gunung Timur

Vihara Gunung Timur Medan ( Heng Hua Bio) bisa dikatakan sebagai kelenteng Tao yang paling terkenal dan terbesar di Kota Medan, dan mungkin di seluruh wilayah pulau Sumatera. Pertama kali sampai ketempat ini, kalian langsung  melihat dua naga menjaga gagah di atap Vihara, dengan dua ekor ikan raksasa berkepala naga ikut menjaga di belakang mereka.

Vihara ini terletak di Jalan Hang Tuah nomor 16. Posisinya menghadap ke sungai Babura yang katanya dapat membawa keberuntungan bagi kelenteng ini. Halaman vihara Gunung Timur juga sangat luas sehingga memberi pandangan bebas dan lepas.

Pada saat perayaan besar, vihara ini ramai dikunjungi wisatawan. Bagi kalian yang penasaran langsung saja kemari.

  1. Masjid AL-OSMANI

Masjid ini merupakan peninggalan dari kerajaan Deli lainnya yang terletak di Kecamatan Medan Labuhan. Dari segi bentuknya masjid ini terlihat begitu indah dan megah dengan warna dominan kuning menghiasi setiap bangunan yang melambangkan kebesaran kesultanan Melayu.

Masjid Al- Osmani memiliki perpaduan bangunan dari Timur Tengah, India, Spanyol, Melayu, dan China. Dibangun pada tahun 1854 oleh Sultan Deli ke 7 Sultan Osman Perkasa Alam dari bahan kayu Pilihan. Kemudian pada 1870 hingga 1872 masjid dibangun permanen oleh anak Sultan Osman, yakni Sultan Mahmud Perkasa Alam yang juga menjadi Sultan Deli Kedelapan.

Bagi pengunjung yang datang ke masjid ini juga akan melihat lima makam Sultan Deli yang terdapat di halaman masjid .

  1. Pekong Lima Labuhan

Letak Pekong ini percis di seberang masjid Al-Osmani, Jadi bagi pengunjung yang berkunjung ke daerah ini, kalian bisa sekaligus mengunjungi dua destinasi wisata religi. Bagi yang belum tahu Pekong Lima biasa juga disebut Pekong Lima Pekan Labuhan.

Tempat ini merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada zaman kejayaan Tjong A Fie dan Sultan Deli. Setiap tahun khususnya saat perayaan imlek, pekong ini banyak dikunjungi turis mancanegara yang khusus datang ke Medan untuk menyaksikan prosesi perayaan imlek disini.

  1. Graha Maria Annai Velangkanni

Tempat ini dibangun pada tahun 2001 atas ide dan gagasan Pastor James Bharthaputra, SJ, seorang Pastor ordo Serikat Jesuit dari India yang sudah 40 tahun lebih melayani umat Indonesia.

Graha Maria Annai Velangkanni sebuah pusat peziarahan umat Katolik dengan arsitektur yang indah dan menawan. Velangkanni selalu ramai dikunjungi, tidak hanya terbatas pada umat Katolik saja, masyarakat yang diluar dari umat Katolik sering kita temui di tempat ini.

Penulis | Agung Bukit

 

 

Related posts

Leave a Comment