Fotografer Pemula Wajib Tahu : 4 Aspek Penting Dalam Fotografi

Ketertarikan terhadap dunia fotografi  menjamah berbagai kalangan. Tua, muda, laki-laki maupun perempuan mencemplungkan diri ke dalam seni visual satu ini. Perkembangan digital dan internet menjadi jawaban dari ramainya peminat fotografi atau biasa disebut sebagai fotographer

Di Indonesia sendiri, fotographer menjadi profesi yang semakin eksis di masyarakat. Permintaan yang tinggi akan fotografer membuat kita dengan mudah menemui jasa-jasa fotografer yang berseliweran di jagat media. Entah sekedar sebagai fotografer yang dipercaya dalam  acara penting seperti pernikahan atau bahkan foto model suatu produk

Ekosistem pasar yang semakin bagus dalam dunia fotografi membawa pelaku jasa dalam persaingan kualitas pada produk foto yang dihasilkan. Tuntutan ini akhirnya menjadi peluang baru bagi pelaku pendidikan untuk membuka kelas ataupun kursus fotografi dengan harapan menciptakan fotografi yang handal.

Namun bagi kalian yang memiliki hobi pada dunia foto atau memiliki keinginan menjadi fotografer profesional tentunya tidak harus mengambil kursus atau kuliah pada jurusan fotografi yang pastinya merogoh kocek yang tidak sedikit. Dalam Buku Serial Foto Master Komposisi Foto karangan Sri Sadono, menjelaskan beberapa  aspek yang bisa kalian latih untuk menjadi fotografer andal.

Aspek pertama yang harus kalian latih adalah Menilai dan Mengevaluasi Gambar. Bagi Anda yang ingin mendalami fotografi  hal tersebut merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan keahlian fotografi. Ada banyak foto yang bisa ditemukan dalam internet, sosial media, atau pun pada media lainnya.

Kalian bisa melatih diri dengan melakukan evaluasi dan menilai foto yang kalian dapatkan tersebut. Dengan lebih sering melihat gambar berkualitas, secara perlahan, mata Anda akan memiliki rasa yang lebih sensitif, lebih jeli dan lebih fokus dalam melihat sesuatu.

Cara efektif yang bisa dilakukan saat latihan ini, kalian bisa menentukan kategori gambar berdasarkan situasi pemotretan, Setup shot atau spontaneous. Setelah itu pahamilah setiap proses atau situasi pemotretan yang dilakukan.

Kedua, cari tahu Point of interest/ POI serta makna yang ingin disampaikan dalam foto tersebut. POI mudah dikenali karena tampilannya yang menonjol. Akan tetapi, untuk gambar yang dibuat berdasarkan ide- yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pesan, sehingga makna khusus diperlukan usaha lebih keras untuk memahaminya.

Aspek yang kedua adalah Melatih Spontanitas. Fotografi adalah koordinasi antara mata, otak, perasaan, jari, dan kaki. Latihan akan membuat fotografer dapat melakukan pilihan-pilihan teknik pengambilan gambar yang cepat dan tepat.

Fotografer yang sudah mencapai tahap di atas, akan dapat membaca momen secara cepat, tahu kemana harus melangkah mencari posisi, bagaimana mengatur komposisi terbaik, dan merekam semua kejadian itu dengan gerakan tangan yang cekatan.

Aspek yang ketiga adalah Memahami Arti Kesederhanaan.  Perlengkapan yang memadai, mahal, atau  canggih tidaklah menjamin dari sebuah hasil foto yang maksimal karena kunci keahlian fotografi bukan pada perlengkapan tetapi instinglah yang menentukan. Maksud “insting” disini adalah kemampuan membaca situasi,menentukan komposisi, momen, dan teknik pemotretan hanya dalam sekejap

Aspek keempat, Menciptakan Asumsi Lewat Gambar. Fotografer merupakan pelaku seni visual kreatif. Ciri seni visual kreatif adalah bagaimana memandang secara visual dunia yang ada di sekitar kita untuk kemudian menciptakan sebuah asumsi tentang dunia tersebut.

Sebagai seorang fotografer harus bisa memilih asumsi mana yang paling menarik dari subjek. Bahkan hal tersebut bisa bersifat personal.

Penulis | Agung Bukit

Related posts

Leave a Comment