Irwan Pulungan Dilaporkan ke Kejatisu

Advertisement

TOPMETRO.NEWS – Aksi demo yang dilakukan oleh sekelompok pemuda yang mengatasnamakan dirinya dari Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Medan di Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan H. Zainul Arifin Medan, Kamis (9/3) sekitar pukul 11.30 WIB.
Dalam aksi tersebut, massa sempat mengoyang-goyangkan pagar Bank Sumut sembari menghempaskan telur sebagai bentuk kekesalan mereka.

Suasana panas merasuki puluhan demonstran yang turun ke lokasi setelah beberapa sesi orasi ternyata Dirut Bank Sumut Edie Rizliyanto tak kunjung turun menemui mereka.
Sejak awal kedatangannya, para demonstran menuntut agar Edie memberi penjelasan atas masalah-masalah hukum dan dugaan korupsi yang terjadi di Bank Sumut akhir-akhir ini.

“Bank ini milik rakyat Sumatera Utara. Kita sebagai rakyat menuntut penjelasan dari saudara Edie, mengapa bank ini makin bobrok? Banyak sekali masalah, termasuk yang menyasar ke ranah hukum, setelah saudara Edie memimpin Bank Sumut!” seru Sekretaris Pemuda LIRA Kota Medan, M. Alwi Hasbi Silalahi, SH lewat pengeras suara.

Sejurus kemudian, demonstran bergerak merapat ke gerbang utama Gedung Bank Sumut, sembari berteriak-teriak. Belasan orang yang berada di barisan depan kemudian mendobrak gerbang besi tersebut.

Melihat itu, aparat kepolisian dan petugas pengamanan Bank Sumut langsung siaga. Mereka merapat dan menahan agar gerbang tersebut tidak terbuka.

Nyaris terjadi persinggungan fisik antara demonstran dengan petugas. Namun, hal itu berhasil dicegah oleh Hasbi.
“Atas nama Sekretaris Pemuda LIRA Kota Medan, saya meminta kawan-kawan untuk mundur. Kita kesal dengan sikap Edie yang terkesan takut menemui kita. Tapi, untuk melampiaskan kekesalan itu, kita punya cara lain,” ujarnya.

“Itu ada foto orangnya. Silakan kawan-kawan melampiaskannya ke situ,” tambahnya, sembari menunjuk spanduk berisi tuntutan dan foto Edie Rizliyanto yang sudah ditempelkan di gerbang besi setinggi 1,5 meter tersebut.

Selanjutnya, dengan wajah geram satu-persatu demonstran melempari foto tersebut dengan telur yang sebelumnya memang sudah disiapkan oleh Koordinator Aksi Rudi Rahmansyah. Setidaknya ada 20-an demonstran yang ambil bagian melempar telur, sementara puluhan lainnya bersorak-sorai.

Usai aksi lempar telur, Hasbi menyampaikan statemen penutup. Dikatakannya, dalam kurun waktu 2014-2016 telah terjadi dugaan penyalahgunaan wewenang dan tindakan fraud (pengelabuan atau manipulasi dalam operasional sebuah bank) yang dilakukan manajemen Bank Sumut, mulai dari tingkat bawahan hingga pucuk pimpinan.

Selain itu, lanjut dia, telah terjadi sejumlah kasus dugaan korupsi yang melibatkan petinggi-petinggi di Bank Sumut. Salah satunya adalah kasus korupsi pengadaan mobil 294 mobil operasional yang ramai diberitakan media massa dan telah menghasilkan vonis bagi sejumlah petinggi Bank Sumut.

“Kebobrokan ini seakan didiamkan oleh Pemprov Sumut selaku pemegang saham kendali maupun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berkewajiban mengawasi perbankan,” tukasnya pula.
Buruknya tata kelola Bank Sumut akhir-akhir ini, ungkap dia, telah mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat Sumatera Utara. Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sumbangsih Bank Sumut terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tergolong minim jika dibanding potensi atas permodalan yang ditempatkan Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota.

Setelah Hasbi menyampaikan orasi penutup, massa Pemuda LIRA Kota Medan bergerak meninggalkan Gedung Oranye menuju Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) di Kawasan Asrama Haji Medan.

Kedatangan mereka ke Kejatisu hanya meminta pihak Kejatisu untuk menerima tuntutan tertulis yang telah mereka persiapkan. Meski begitu, Kepala Divisi Penegakan Hukum Kejatisu, Sumangger Siagian bersedia menemui langsung para demonstran.

Di hadapan massa Pemuda LIRA Kota Medan, Siagian menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menyidangkan mantan Kepala Divisi Umum Bank Sumut, Irwan Pulungan terkait kasus korupsi pengadaan mobil operasional. Bersama Irwan Pulungan, turut diadili tiga pejabat Bank Sumut lainnya.

“Masalah Bank Sumut ini merupakan masalah yang kompleks. Jika memang adik-adik Pemuda LIRA menemukan dokumen atau bukti-bukti yang cukup, mari sama-sama kita menindak korupsi di NKRI,” ujarnya. (TM-Nizar)

 74 total views,  2 views today

Advertisement

Related posts

Leave a Comment