Empat Perampok Pembunuh Justinus Sinaga di Bogor Ditangkap

Empat Perampok Pembunuh Justinus Sinaga
Advertisement

Topmetro.news – Empat perampok pembunuh Justinus Sinaga yang berprofesi sebagai sopir taksi online di Bogor akhirnya diringkus polisi. Keempat tersangka kini ‘menginap’ di Polres Bogor. Tersangka mengaku sejak awal memang sudah berencana akan merampok Justinus Sinaga, hingga akhirnya rencana para pelaku berhasil menghabisi korban.

Info yang diperoleh di kepolisian menyebut, awalnya tersangka Ahmad Sutrisna ditangkap polisi saat terjebak razia lalu lintas (lantas) di Subang, Jawa Barat, Minggu (4/3/2018).

Saat dihentikan polisi, tiga temannya kabur, sedangkan Ahmad yang memegang kemudi tidak sempat turun dari mobil rampokan itu. Polisi yang curiga lalu memeriksa surat-surat mobil itu. Tersangka Ahmad pun tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat sebagaimana dimintakan polisi.

Selanjutnya tersangka Ahmad diperiksa dan diketahui ternyata mobil yang dikendarainya itu merupakan taksi online milik Justinus Sinaga yang mereka bunuh dan dibuang di pinggir jalan sekitar Gunung Bunder, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Kabupaten Bogor.

Tersangka diamankan berikut barang bukti mobil curian Toyota Avanza B 1992 EKM.
Usai pemeriksaan intensif terhadap tersangka Ahmad, polisi menetapkan tiga rekannya masuk DPO (Daftar Pencarian Orang). Namun berkat kerja keras polisi dalam tempo kurang dari 24 jam, tiga rekan pelaku berhasil diciduk. Selanjutnya komplotan perampok yang membunuh korbannya itu dikumpulkan di Mapolres Bogor untuk diperiksa intensif.

Usai Dibunuh, Korban Dibuang di Pinggir Jalan

Sesuai pengakuan para tersangka, korban Justinus Sinaga dibuang di pinggir jalan. “Tersangka Ahmad dalam pemeriksaan mengaku, dia bersama teman-temannya membunuh korban dan membuang jasadnya di TNGHS hingga ditemukan Senin (5/3/2018) pagi,” kata sumber yang layak dipercaya di kepolisian.

Kaki Tangan Diikat, Mulut di Lakban

Ahmad dan tiga rekannya mengakui, mereka menghabisi nyawa korban dengan berbagi peran. Saat diketahui korban sudah tak bernyawa, kaki korban dilakban, mulut di lakban serta tangan diikat lalu dibuang ke semak di pinggir jalan.

“Kami order ke Gunung Bundar dari titik awal di Sukaraja. Sudah direncanakan aksi pembunuhan ini,” kata sumber menirukan pengakuan para tersangka.

AKBP Andi M Dicky Pastika, Kapolres Bogor, meminta semua pihak bersabar karena polisi masih menelusuri lebih jauh kasus ini.

Sebagaimana diberitakan Topmetro.News sebelumnya, usai ditemukan polisi dalam kondisi tidak bernyawa di Bogor, jasad korban Justinus Sinaga dikembalikan ke keluarganya di Depok. Oleh keluarganya, menerbangkan almarhum Justinus Sinaga  ke Sumatera Utara. Korban tiba di Pematangsiantar-Parluasan, tempat kelahirannya Selasa (6/3/2018) untuk dimakamkan.

Sejak peristiwa ini mencuat, jagad dunia maya dibuat heboh. Warganet secara umum mengutuk prilaku para pelaku yang tega menghabisi Justinus Sinaga. (tmn)’

sumber: poskota

Advertisement

Related posts

Leave a Comment