CERITA DUKA DARI MARELAN: Sejak SD sampai Usia 18 Tahun, Aku Sudah Dijual Ibu Kandungku ke Om-om

Advertisement

TOPMETRO.NEWS – Sebuah pepatah mengatakan jika anak merupakan harta paling berharga dan anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada manusia.

Kehadiran anak di lingkungan keluarga apalagi bagi sepasang manusia yang baru menikah akan membuat hidup serasa sempurna.

Namun kali ini ada kisah miris terjadi di kawasan Marelan.

Salah seorang ibu bernama Heriati tega menjual anak kandungnya bernama Maya, bukan nama sebenarnya (18) kepada hidung belang.

Warga Jalan Marelan 7 Gang Rkun Lingkungan 1, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan itu menjual anak kandungnya dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Heriati menjual anak kandungnya sejak anaknya duduk di bangku kelas 6 SD atau berumur 12 tahun hingga berumur 18 tahun.

Hal itu diketahui setelah korban dibawa Polmas Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan ke Polsek Medan Labuhan, Rabu (22/2).

Di Polsek Medan Labuhan, kepada petugas korban Maya menceritakan dirinya sejak SD sudah dijual orangtuanya.

“Ibu menjualku sejak aku SD saat itu aku diajak ke Kafe-kafe di Medan dan di situlah aku dikenali oleh om-om yang mau meniduriku,” kenang korban.

Korban mengatakan ibunya sudah kawin dengan seorang pria keturunan. “Kalau ibuku tidak punya uang maka aku disuruh jual diri ke kafe yang pernah kami datangi sama ibuku. Kalau aku tidak mau maka ibuku akan marah-marah,”ungkapnya.

Katanya akibat dirinya dijual ibunya maka dirinya putus sekolah.

“Aku tidak sekolah lagi dan tadi aku juga disuruh pergi untuk jual diri karena ibuku tidak punya uang tapi kalau punya uang suami ibuku datang dan meminta uang,”ucap korban.

Terpisah, petugas SPKT Polsek Medan Labuhan membenarkan laporan korban. “Tadi korban dibawa Polmas dan saat ini sedang dimintai keterangan oleh unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA),”kata Petugas.(TM-10)

Advertisement

Related posts

Leave a Comment