You are here
Perkenalkan, Ini Bos Baru WhatsApp Tokoh 

Perkenalkan, Ini Bos Baru WhatsApp

Topmetro.news – Setelah pengunduran diri Chief Executive Officer dan Co-Founder WhatsApp Jan Koum, Facebook dengan cepat memperkenalkan penggantinya sebagai bos baru WhatsApp, Chris Daniels. Pria ini salah satu eksekutif produk Facebook yakni internet.org – situs yang menghadirkan layanan internet gratis dan pengabdiannya di Facebook sudah lebih dari tujuh tahun.

Salah satu kesuksesan kepemimpinan Daniels di internet.org yakni berhasil memulihkan jaringan infrastruktur nirkabel yang buruk, sehingga dia dipercaya menangani WhatsApp kendati tidak pernah bersentuhan.

Saat kepemimpinan Jan Koum, WhatsApp dijaga dari penyisipan iklan dalam layanannya dan saat ini pasar terbesar WhatsApp adalah masyarakat Brasil dan India.

Pengalaman inilah menjadi kunci Daniels menjalankan WhatsApp, yang masih memilah model bisnisnya hampir empat tahun setelah Facebook mengakuisisi WhatsApp sebesar 19 miliar dolar AS.

Kala WhatsApp dipimpin Koum, ia berjanji untuk menjaga WhatsApp bebas iklan, meskipun aplikasi ini sekarang dimiliki oleh salah satu perusahaan periklanan terbesar di dunia.

Bos Baru WhatsApp Rombak Struktur Organisasi

Selain itu, Facebook sendiri dikabarkan dalam waktu dekat akan merombak struktur organisasinya yang terbesar dalam sejarah sejak berdirinya awal tahun 2014.

Jan Koum

Jan Koum Jadi Orang Kaya Baru

Mengenal lebih jauh sosok mantan bos WhatsApp Jan Koum, Google dan Facebook sempat berebut untuk mengakusisi WhatsApp yang saat itu berkembang pesat.

Hingga tahun 2013, Jan Koum bersama Brian Acton setuju untuk menjual WhatsApp ke Facebook dengan nilai sebesar 19 miliar dolar AS. Menjadikan keduanya sebagai orang kaya baru karena perjuangan mereka mengembangkan aplikasi WhatsApp. Jan Koum sendiri setelah aplikasinya berhasil dibeli perusahaan Facebook, kekayaannya melonjak drastis sebesar 6,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 80 triliun dan tahun 2015 kemudian kekayaannya naik sebesar 7,9 miliar dolar AS sekitar Rp 109 triliun menurut versi majalah Forbes.(tmn)

119 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment