Jangan Cuma Lintah, Bupati Simalungun Diminta Cek Kapal di Danau Toba Tanpa Pelampung

Advertisement

Kasus KM Peldatari-2 tak Boleh Terulang

TOPMETRO.NEWS – Bupati Simalungun, JR Saragih diminta tidak cuma ”mandi-mandi” di Danau Toba untuk memastikan isu lintah. Tapi masih ada perkara yang lebih besar, meski masalahnya sudah ada dari sejak dulu tapi hingga kini belum tuntas.

”Jangan cuma lihat lintah di pinggiran Danau Toba. Lihatlah dulu kapal-kapal penyeberangan dari Parapat ke Samosir. Hampir semua kapal tidak punya pelampung,” gerutu Roma Sitio kepada TOPMETRO.NEWS sesaat lalu, mengomentari blusukan Bupati Simalungun, kemarin.

”Jadi jangan cuma lihat lintah, terus bilang tidak ada lintah di Danau Toba. Lihatlah dulu kapal-kapal itu. Tak ada yang punya pelampung. Masyarakat yang menyeberang di Danau Toba ke Parapat ke Samosir (Tomok) bisa terancam nyawanya,”  gerutu Sitio.

Menurut dia, meski sudah ada peraturan ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) yang dialamatkan kepada pengusaha kapal agar setiap armada kapal melengkapi fasilitas penumpang, namun hingga kini pengusaha kapal tetap membandel.

”Pelampung-pelampung itu tidak pernah ada. Kalau pun ada, jumlahnya sedikit dan sudah tidak layak pakai lagi. Rata-rata semua pelampung sudah bocor,” papar Sitio lagi.

Dia mengingatkan, masyarakat yang hendak menyeberang di Danau Toba dari Parapat ke Tomok (Samosir) harap-harap cemas. Kalau terjadi sesuatu yang tak diinginkan, kata dia, kapal bisa karam, penumpang sulit diselamatkan.

”Apalagi sekarang cuaca ekstrem. Jadi jangan cuma main-main ke pinggiran Danau Toba untuk lihat lintah, cek dong pelampung dan fasilitas kapal. Layak apa tidak. Termasuk kapal Ferry yang ada di sini. Silakan dicek langsung. Kan mau calon gubernur,” sindir Budiman Harianja, rekannya. (TM-02)

Advertisement

Related posts

Leave a Comment