Geger..!!! Sitorus Tewas Membusuk di Rumah Penangkaran Walet

sitorus tewasmembusuk

Topmetro.News – Sitorus tewas membusuk di sebuah rumah penangkaran sarang burung walet. Peristiwa nahas ini dialami korban bernama lengkap Syahrial alias Sitorus alias Pao (23) yang tercatat sebagai warga Jalan HOS Cokroaminoto Kisaran. Di lokasi itu, Senin (20/5/2019) sitorus tewas membusuk dan kondisinya sudah menebarkan aroma tidak sedap.

Sitorus Tewas Membusuk Warga Cari Sumber Aroma Menyengat

Sejumlah saksi mata mengaku awalnya sudah mencium aroma busuk dari rumah penangkaran walet itu. Itu diakui Encet (25) warga setempat yang menyebut dirinya bersama warga lainnya mencium aroma tak sedap itu.

Warga Penasaran Bau Busuk

Saking penasaran, mereka pun berusaha menelusuri rumah itu hingga menemukan jasad korban.

“Awalnya kami bersama warga di daerah ini mencium bau yang tidak sedap, dan setelah ditelusuri bau busuk yang menyengat itu datangnya dari rumah penangkaran burung walet yang berada di jalan Malik Ibrahim gang Rahmad kelurahan Kisaran baru kecamatan Kisaran Barat Asahan,” ujarnya sebagaimana disiarkan matatelinga.com.

Encit menambahkan, setelah warga masuk ke rumah walet itu, persis dekat pintu masuk yang sudah tidak terkunci lagi, terdapat beberapa bak air.

Di situlah ditemukan jasad Sahrial, alias Sitorus alias Pao dalam posisi terlentang dan sudah tidak bernyawa lagi.

“Kondisi jenazah juga sudah mulai membusuk,” sebutnya.

Atas penemuan ini, warga selanjutnya memberitahukan ke Kepala Lingkungan setempat untuk meneruskan ke pihak yang berwajib.

Tak lama kemudian, di lokasi kejadian tim Identifikasi Polres Asahan dan beberapa perwira Polres Asahan tiba dan menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas pun mengevakuasi jenazah korban ke IGD RSUD HAMS Kisaran untuk di-Visum Et Revertum (VER).

baca juga | SIHALOHO TEWAS MEMBUSUK DI SUNGAI AEK BOLON KARO

Seperti disiarkan Topmetro.News sebelumnya, Sihaloho tewas membusuk dan ditemukan di sungai Aek Bolon Tanah Karo. Korban tercatat sebagai warga Desa Aek Popo, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Selasa (9/4/2019) sekira pukul 12.30 Wib setelah dilaporkan hilang selama sepekan. Penemuan korban yang tewas membusuk itu sontak menggegerkan perkampungan sekitar sungai Aek Bolon, apalagi saat ditemukan kondisinya sudah cukup memprihatinkan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, mayat korban belakangan diketahui bernama lengkap Sampa Maruli Tua Sihaloho (35) warga desa Pangambatan, Kecamatan Merek, yang sebelumnya hilang selama seminggu sejak Rabu (3/4/2019).

Menurut keluarga korban, mereka sempat melapor ke polisi dan dilakukan pencarian terhadap korban tapi tak kunjung ditemukan.

“Sebelum menghilang, korban bersama istri dan anaknya pergi ke ladang dengan sepedamotor Vega R. Nah, setelah pulang dari ladang sebelum tiba di rumah, ada seseorang meminjam septor (sepedamotor) dan minta diantar oleh korban,” ujar Tio Lija Rajagukguk (43) tak lain adik ipar korban, kepada wartawan Rabu (10/4/2019) saat berada di Polsek Tigapanah.

Reporter | jeremitaran

Related posts

Leave a Comment