Kurir 45 Kg Sabu, 40.000 Ekstasi dan 6 Kg Keytamin, A Upek Dihukum Mati

vonis pidana mati

topmetro.news – Diyakini terbukti bersalah dalam permufakatan jahat tanpa hak menjadi perantara jual beli (kurir) sabu seberat 45 kg dan 40 ribu pil ekstasi serta 6 kg keytamin dari Dumai ke Medan, A Upek (35), Kamis petang (26/9/2019), terkena vonis pidana mati dalam persidangan di Ruang Cakra 5 PN Medan.

Terdakwa Tanpa PH

Sebelum membacakan putusan, majelis hakim diketuai Erintuah Damanik SH menyebutkan, pembacaan putusan tetap dibacakan tanpa kehadiran penasihat hukum terdakwa.

Sidang beragendakan pembacaan putusan terhadap warga Jalan Dermaga Darat, Purnama Dumai Barat, Kota Dumai tersebut sudah dua kali tertunda menyusul ketidakhadiran penasihat hukum terdakwa. Sementara masa tahanan A Upek segera berakhir.

Dari fakta-fakta terungkap di persidangan, majelis hakim berkeyakinan, unsur pidana Pasal 114 Ayat (2), subsidair Pasal 112 Ayat (2) jo. Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, telah terbukti.

Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas penyalahgunaan narkotika dan meresahkan masyarakat.

Namun hakim ketua dalam amar putusannya menyatakan, tidak menemukan alasan meringankan terdakwa A Upek.

Menjawab pertanyaan Erintuah, terdakwa A Upek menyatakan akan melakukan upaya hukum banding atas vonis pidana mati tersebut. “Karena terdakwa. banding, penuntut umum juga menyatakan banding yang mulia,” timpal Putra SH.

Imbalan Rp20 Juta

Dalam persidangan sebelumnya, JPU Jacky Situmorang SH menguraikan, terdakwa menjadi perantara dalam jual beli dengan membawa 45 kg sabu dan 40.000 butir ekstasi dan 6 kg keytamin. Dibawa dari Malaysia tujuan Medan melalui Pelabuhan Dumai, Riau.

Kasus penyalahgunaan narkotika tersebut terungkap saat polisi melakukan razia dan menghentikan laju mobil Toyota Hilux bernomor Polisi BM 8464 CK yang dikenderai terdakwa saat memasuki Kota Tebingtinggi. A Upek mengaku menerima imbalan sebesar Rp20 juta sebagai jasa kurir.

reporter | Robert Siregar

Related posts

Leave a Comment