You are here
Masyarakat Masih Keluhkan Infrastruktur Kota Medan Kota Medan 

Masyarakat Masih Keluhkan Infrastruktur Kota Medan

topmetro.news – Masyarakat masih terus mengeluhkan buruknya infrastruktur di Kota Medan. Di antaranya jalan, drainase, dan sarana-sarana publik yang dibutuhkan masyarakat. Hal ini menjadi diskusi antara Ketua Sementara DPRD Medan Hasyim SE dengan Forum Mahasiswa Aktivis Bersatu, Kamis (31/10/2019).

Forum Mahasiswa Aktivis Bersatu berasal dari berbagai kampus di Kota Medan. Di hadapan mereka, Hasyim berkata bahwa persoalan infrastruktur di Kota Medan merupakan persoalan klasik yang tak kunjung tuntas hingga saat ini.

“Kami sebagai pihak legislatif sudah sering menerima keluhan langsung dari masyarakat untuk persoalan infrastruktur. Baik jalan yang rusak hingga banjir. Tapi sudah beberapa kali pergantian Walikota Medan tidak mampu diatasi hingga saat ini,” ucap Hasyim.

Ahmed Jibril Hasibuan, salah satu mahasiswa, saat itu mempertanyakan persoalan banjir yang tidak bisa diatasi. Menjawab ini, Ketua DPC PDIP Medan itu mengatakan, persoalan banjir seluruhnya bisa diatasi jika ada kemauan.

Cetak Biru Kota Medan

Dipaparkan Hasyim bahwa di era Walikota Baktiar Ja’far, Kota Medan telah memiliki cetak biru (blue print) proyek pengembangan drainase yang dinamai Medan Urban Development Project (MUDP) tentang sistem drainase/gorong-gorong. Namun pada saat ini, ‘blue print’ itu hilang.

“Kita harapkan agar Pemko Medan bisa mencari dimana ‘blue print’ atau cetak biru MUDP itu. Agar persoalan banjir bisa diatasi. Karena di cetak biru ini, semua gorong-gorong atau saluran air bisa diketahui kemana saja terhubung. Apabila ini ditemukan, maka kita yakin Kota Medan tidak lagi banjir,” kata Hasyim.

Pada kesempatan itu, Hasyim menyoroti anggaran infrastruktur kita di Kota Medan yang masih sangat kecil. Seharusnya solusi utama yang dilakukan Pemko Medan bisa melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Agar mendapatkan bantuan.

“Tapi ini tidak dilakukan Pemko Medan karena hanya bersifat menunggu saja, Tidak mau jemput bola secara langsung,” sebutnya.

Dari sisi PAD dikatakan Hasyim, tidak mencukupi karena masih tingginya kebocoran pajak. “Untuk tingkat pendapatan PAD Kota Medan masih sangat tinggi kebocoran baik pajak dari hotel dan restoran belum lagi parkir,” tutupnya.

reporter | Jeremi Taran

Berita Lainnya

Leave a Comment