Mandor PT Totalindo Ungkap Lolosnya 10.000 Ton Besi Proyek Podomoro

Advertisement

TOPMETRO.NEWS – Tidak terima anak buahnya ditangkap dalam kasus dugaan pencurian
sampah bercampur Besi oleh security Podomoro, Eko Mandor PT. Totalindo
selaku kontraktor pada Proyek Pembangunan Podomoro akan membongkar
lolosnya besi 10.000 ton dari Proyek Podomoro dari pengawasan
security, keluarnya suatu barang dari Proyek harus melalui pemeriksaan
Security.

“Tapi Kenapa itu semua Bisa Lolos?”

Demikian diungkapkan Eko kepada TOPMETRO.NEWS baru-baru ini di Medan Barat.

Eko mengungkapkan anak buahnya RY (30) dan RM 28) ditangkap
Security Podomoro Jumat (3/2/2017) sekitar pukul
14.00 Wib di jalan Putri Hijau Pelataran Area basement Gedung
Podomoro kelurahan Kesawan, kecamatan Medan Barat.

Yang kemudian oleh Labuan Sihombing selaku Humas menyerahkan kedua
pelaku ke polsek Medan Barat untuk diamankan sesuai surat penangkapan
dan surat penahanan yang dikeluarkan Polsek Medan Barat, 7 Februari 2017 lalu.

Eko menambahkan barang bukti pelaku berupa potongan Besi dalam
Goni sudah tidak ada dan sudah di jual, dan kini barang bukti tersebut
hanya berupa sebuah alat kerja saja, ucapnya.

Terkait hal itu Jernita Banjarnahor (25) isteri RY ketika dikonfirmasi  TOPMETRO.NEWS Selasa (28/2) mengaku hanya pasrah saja melihat penzoliman yang dilakukan oknum-oknum itu kepada suaminya.

”Saya yakin suami saya pasti dijebak, karena potongan besi itu bercampur dengan sampah dan dia disuruh muat sampah dibantu  kernetnya RM,” jelas Jernita.

RY menurut Jernita bekerja baru dua minggu di PT. Totalindo sebagai supir pembawa sampah Proyek. ”Tapi sepertinya suami saya akan dikorbankan  untuk mempertanggungjawabkan hilangnya berbagai besi dari proyek itu dan saya ingin semua harus diusut tuntas, agar jangan suami saya saja yang ditahan,” ucap Jernita.(TM-011)

Advertisement

Related posts

Leave a Comment