Tiga Bulan Pasca Gempa Warga Pidie Jaya Masih Tinggal di Tenda Darurat.

Advertisement

Tiga Bulan Pasca Gempa Warga Pidie Jaya Masih Tinggal di Tenda Darurat.

TOPMETRO.NEWS – Sudah tiga bulan berlalunya pasca gempa berkekuatan 6,4 skala richter yang menghancurkan sebagian rumah penduduk serta infrastruktur lainnya, di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, namun sampai saat ini masih terlihat sejumlah masyarakat masih tinggal di tenda darurat.

Salah seorang,Norawati (37) pekerjaan menjahit, warga Desa Meue, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, yang masih tinggal di bawah tenda darurat bersama suaminya Zahrul Fauzi (31) serta empat anaknya berstatus masih anak sekolah.

Tenda darurat berukuran 3×4 yang merupakan bantuan gempa dari Kementerian Sosial yang langsung dipasangkan di atas pondosi rumahnya yang sudah hancur.

“Di desa kami ini sudah ada yang mendapat rumah hunian sementara, sedangkan saya belum dapat kabar apapun tentang bantuan rumah itu, mau saya laporkan kemana saya tidak tahu karena saya tidak ada yang saya kenal, saya berharap pemerintah memperhatikan semua korban musibah gempa Pidie Jaya,” pintanya.

Lebih lanjut di menyampaikan, bahwa selama ini mereka terpaksa harus tidur di tenda itu di karenakan tidak memiliki biaya lagi untuk membangun rumahnya.

“Sebelum gempa ini pak, rumah saya ini lagi saya bangun pelan-pelan dengan hasil tabungan saya dari menjahit pakai orang, tetapi apa boleh buat Allah berkehendak lain sehingga rumah saya hancur pasca gempa itu,” jelasnya Norawati.

Penghasilan menjahit setiap hari yang di dapatkan Norawati Rp. 10.000 rupiah, belum lagi anaknya yang masih bersekolah semuanya.sedangkan suaminya tidak bisa bekerja lagi di karenakan tangannya sudah cacat akibat kecelakaan di saat dirinya merantau ke negeri jiran malaysia.

“Saya benar-benar berharap adanya bantuan dari pemerintah setempat untuk kami yang benar-benar rumah hancur,anak saya Adinda Rahmadani (17), Sani Azlia (10) dan Asyraf Ramadhan (8,5) serta Zahwa Akila (2,5), semua berdesakkan harus tidur di dalam tenda darurat selama ini,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa (Geuchik) Meue, Muhammad Thaib, yang di konfirmasi wartawan, menyebutkan, bahwa pihaknya binggung dengan data bantuan rumah hunian sementara (huntara) yang di usulkannya ke pihak Pemkab tidak ada yang di bangun rumahnya. Makanya warga Desa Meue masih banyak warga tak dapat huntara.

“saya sudah mengusulkan kepada Pemkab, bagi warga saya yang rumahnya rusak berat supaya di berikan huntara, namun yang keluar hanya beberapa unit saja, bahkan ada warga rumahnya hancur tidak mendapat huntara, maka itu saya pun bingung dengan pendataannya bagaimana selama ini,” ujarnya.(TMD/025)

 25 total views,  1 views today

Advertisement

Related posts

Leave a Comment