You are here
Danau Toba Tercemar Lagi, 120 Ton Ikan Mati Mendadak di Samosir Daerah 

Danau Toba Tercemar Lagi, 120 Ton Ikan Mati Mendadak di Samosir

Topmetro.News – Danau Toba tercemar. Kali ini disebabkan lantaran ikan mati mendadak di keramba jaring apung (KJA). Tak tanggung-tanggung, total ikan mati yang memicu kawasan Danau Toba tercemar itu berjumlah 120 ton. Hingga kini belum ada pihak yang bisa dikonfirmasi terkait persoalan itu.

Ikhwal Danau Toba tercemar itu kini sudah beredar luas di media sosial WhatsApp. Topmetro.News yang menerima informasi itu, Kamis (23/8/2018) melaporkan, akibat peristiwa ini obyek wisata Danau Toba tercemar. Pasalnya 120 ton ikan dari berbagai jenis mati mendadak di KJA Pintu Sona – Pangururan Kabupaten Samosir. Dalam WhatsApp itu diberitakan, hingga tadi malam pukul 20.00 WIB, dari total 120 ton ikan ikan yang mati mendadak itu, baru 10 persen atau setara dengan 12 ton yang diangkat ke permukaan.

Danau Toba Tercemar, Minta Bangkai Ikan Segera Diangkat

Proses pengangkatan bangkai ikan ini dengan menggunakan alat berat.

Warga yang berdomisili di sekitar lokasi kejadian mengaku kini Danau Toba tercemar, bau bangkai. Mereka minta agar pemerintah secepatnya mengangkat bangkai-bangkai ikan itu dari air Danau Toba, sehingga pencemarannya tak meluas ke mana-mana.

Hingga berita ini diposting, belum ada pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap persoalan ini, termasuk berapa angka nominalnya, siapa pemilik keramba jaring apung (KJA) itu dan apa respons Pemkab Samosir terhadap musibah ini.

Dari info yang beredar di WhatsApp, begini bunyi berita yang kini sudah tersebar luas itu.

”Selamat malam Bapak Bupati/Wabup/Sekda, terkait ikan yg mati di KJA Pintu Sona, Kantor Camat, Kel Pintu Sona, Dinas Lingkup, PolPP dan Dinas Pertanian sdh bekerja di lokasi hari ini. Alat berat sdh membuat lubang utk mengubur bangkai ikan. Sampai pkl. 20.00 WIB baru sekitar 12 ton dari perkiraan 120 ton yg berhasil diangkat ke darat. Para pemilik bermohon kiranya Pemkab Samosir dapat membantu untuk mengangkat bangkai ikan mati tsb dari danau ke darat. Dimohon agar petugas alat berat (loader) menambah 1 lubang lagi sekaligus mengangkat bangkai ikan tsb. Demikian dilaporkan Pak dan mohon petunjuk selanjutnya untuk dilaksanakan. Terimakasih.”

Sekadar diketahui, kondisi Danau Toba kian tercemar dengan maraknya pertumbuhan keramba-keramba di sekitar perairan Danau Toba. Selain keramba yang menjamur, keberadaan peternakan babi PT Allegrindo Nusantara di Tigarunggu Simalungun diduga ikut andil mencemari Danau Toba. Sialnya, meski terlihat jelas penyebabnya hingga kini tidak ada respons pemerintah daerah, termasuk Pemkab Simalungun maupun Pemkab Samosir untuk menghentikan pengoperasian perusahaan yang mencemari kawasan itu. (*)

767 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment