You are here
Dua Amerika Latin Versus Enam Eropa Olahraga 

Dua Amerika Latin Versus Enam Eropa

topmetro.news – Piala Dunia 2018 sudah memasuki babak perempat final atau delapan besar. Dan kembali Amerika Latin dan Benua Eropa mendominasi Piala Dunia.

Kali ini di Piala Dunia 2018, dua tim Amerika Latin akan berhadapan dengan enam Tim Eropa. Sayangnya, kedua tim dari Amerika Latin itu kemungkinan akan bentrok di semifinal, andai keduanya memenangkan pertandingan.

Persaingan pun semakin ketat. Apalagi sejauh ini, nyaris tak ada istilah tim unggulan di ajang kali ini.

Lihat saja Jerman, yang secara sangat mengejutkan, bahkan tersisih di babak penyisihan grup. Lalu ada tim yang katanya juga unggulan, ikut ‘pulang kampung’, seperti juara dunia dua kali Argentina, mantan juara dunia Spanyol, dan tim kuat Portugal yang mantan juara Eropa. Ini belum termasuk Denmark.

Sejumlah bintang juga akhirnya hanya jadi penonton, seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan lainnya. Termasuk bintang asal Mesir yang lagi bersinar cemerlang di Liverpool Inggris, Mohamed Salah, harus pulang juga di babak penyisihan, tanpa bisa berbuat banyak. Alasan cedera kemudian menyertai kegagalan tersebut.

Piala Dunia Penuh Kejutan

Dan sekarang sudah ada delapan tim yang masuk perempat final, yaitu dua dari Amerika Latin yakni Brasil dan Uruguay. Serta enam dari Daratan Eropa, yaitu Prancis, Belgia, Swedia, Inggris, Rusia, dan Kroasia. Dan sekali lagi, jangan coba melihat sejarah tim, karena ini adalah Piala Dunia penuh kejutan.

Kita mungkin akan ‘silau’ melihat catatan prestasi Brasil di Piala Dunia. Meraih gelar sebanyak enam kali, itu bukan prestasi luar biasa lagi, namun fantastis. Akan tetapi, apakah rentetan prestasi itu jadi alasan untuk mengunggulkan mereka saat melawan Belgia? Nanti dulu.

Belgia justeru diunggulkan karena ratanya kualitas pemain. Mereka bisa sangat menyulitkan Brasil karena kolektivitas mereka. Sementara mereka mungkin malah bisa membuat strategi usang namun efektif, yaitu, mematikan pemain kunci Brasil. Lalu Brasil, pemain mana yang akan mereka matikan?

Uruguay melawan Prancis juga menjanjikan pertandingan sengit. Sama-sama mantan juara dunia, meski dari era yang sangat berbeda. Tapi tentu saja mental juara tadi akan ikut berperan.

Namun Prancis sedikit lebih beruntung, karena mereka memiliki pemain cepat Mbappe. Mungkin strategi menjaga pemain kunci bisa diterapkan Uruguay. Tetapi, apakah akan efektif? Sebab kualitas pemain Prancis juga bisa dikatakan merata.

Kutukan Adu Penalti Inggris

Lalu ada Swedia melawan Inggris. Tim kuda hitam melawan mantan juara dunia. Ini juga bisa dikatakan pertandingan yang susah ditebak. Swedia dan Inggris sama-sama punya skuad merata dan mengandalkan kolektivitas tim.

Namuna ada satu catatan, bahwa Inggris sepertinya akan maju bertanding dengan mental yang lebih kuat, usai berhasil melepaskan diri dari kutukan adu penalti di Piala Dunia.

Sebagaimana kita ketahui, sebelum Piala Dunia 2018, Inggris selalu tersandung dalam adu penalti saat pertandingan knockout. Lalu kemarin, saat melawan Kolombia, mereka ternyata berhasil menang adu penalti.

Kita tahu, bahwa adu penalti lebih pada adu mental daripada adu skill. Sehingga dengan berhasilnya Inggris menang adu penalti kemarin, maka bisa jadi mental mereka sudah lebih kuat saat menghadapi Swedia.

Terakhir, Rusia vs Kroasia. Dua kekuatan dari Eropa Timur. Dengan tipe permainan hampir mirip, tentu saja sulit menebak siapa yang unggul. Prestasi kedua negara juga tidak bisa dikatakan biasa saja. Buktinya bisa melaju sampai delapan besar. Dan salah satunya akan tiba di empat besar Piala Dunia 2018.

Jadual Delapan Besar

perempat final

 

  • 6 Juli 2018 – Uruguay vs Prancis
  • 7 Juli 2018 – Brasil vs Belgia
  • 7 Juli 2018 – Swedia vs Inggris
  • 8 Juli 2018 – Rusia vs Kroasia.

Pemenang Uruguay vs Prancis akan berhadapan dengan pemenang Brasil vs Belgia. Sementara pemenang Swedia vs Inggris akan menantang pemenang Rusia vs Kroasia. (TM-RAJA)

68 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment