You are here
Legenda Jerman Beberkan Dosa Joachim Loew Olahraga 

Legenda Jerman Beberkan Dosa Joachim Loew

topmetro.news – Joachim Loew gagal mempertahankan gelar juara Timnas Jerman di Piala Dunia 2018. Bahkan Der Panser harus pulang lebih awal setelah menelan dua kekalahan di fase Grup F Piala Dunia 2018. Salah satunya kalah dari Korea Selatan, 0-2.

Legenda Timnas Jerman, Lothar Mattheus mengungkapkan beberapa kesalahan Joachim Loew yang gagal mempertahankan gelar juara.

Salah Pilih Pemain

Menurut legenda yang pernah membela Timnas Jerman era 80-an ini, sampai sekarang dirinya masih heran mengapa bintang Manchester City, Leroy Sane tidak masuk dalam rombongan Timnas Jerman ke Rusia.

“Saya masih tidak mengerti mengapa tidak ada Leroy Sane yang memiliki kecepatan dan kemampuannya untuk mencetak gol,” kata Mattheus dilansir dari The Sun.

Ia juga menyoroti peran penyerang Jerman pilihan Joachim Loew, Timo Werner.

Menurutnya, Timo Werner tidak memiliki tipe permainan seperti Miroslav Klose dan beberapa legenda Jerman lainnya seperti Jurgen Klinsmann, Rudi Voller, Horst Hrubesch, dan Gerd Muller sebagai predator di dalam kotak penalti.

“Werner bukan tipe striker seperti itu. Dia bergerak ke kanan dan ke kiri. Itu berarti tidak ada orang di tengah, di dalam kotak penalti,” jelas Mattheus.

Matthaus menyayangkan pilihan Loew yang tidak memainkan Mario Gomez yang dianggap lebih tajam di dalam kotak penalti.

Satu penyerang lain yang tidak dipilih Loew juga menjadi kekecewaan tersendiri bagi Matthaus. Dia adalah penyerang Bayern Muenchen, Sandro Wagner.

“Loew memiliki Mario Gomez. Tetapi dia hampir tidak menggunakannya. Sepertinya pelatih itu (Loew -red) tidak punya keyakinan. Dan dia juga meninggalkan Sandro Wagner di rumah,” tegas Matthaus.

Joachim Salah Paham

Pemain yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia 1990 ini menyayangkan strategi Joachim Loew yang lebih memikirkan pengusaan bola daripada menciptakan peluang.

“Taktik sudah salah. Tim terbaik adalah tentang kecepatan. Sejauh ini hanya tentang penguasaan, penguasaan, dan penguasaan, tidak mencetak gol. Menekan lawan juga tidak,” ujar Matthaus.

“Saya masih tidak bisa mengerti keputusan Joachim saat pertandingan melawan Korea Selatan. Dia salah paham!” ungkap Matthaus kecewa.

Tersingkirnya Jerman menegaskan kutukan juara bertahan Piala Dunia semakin berlanjut sejak dimulai oleh Prancis pada 2002 hingga Italy, Spanyol, dan Jerman kini menjadi korbannya. (TM-RED)

sumber: bolanet.com

111 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment