You are here
Golput di Pilgub Sumut Politik 

Golput di Pilgub Sumut

topmetro.news – Masyarakat masih banyak yang berada di tempat pemungutan suara (TPS) Pilgub Sumut yang tidak jauh dari lokasi tempat tinggalnya dalam pemilihan gubernur (pilgub). Namun, tidak sedikit di antara sejumlah TPS yang terlihat sepi. Golongan putih (golput) masih membayangi hasil kontestasi pesta demokrasi tersebut.

Pantauan SP di TPS 1, 2 dan 3 di Kelurahan Selayang, Rabu (27/6/2018) pagi sekitar pukul 08.30 WIB, lokasi TPS masih sepi dari masyarakat yang memiliki hak memilih. Begitu juga dengan situasi di TPS 4 di kawasan yang sama. Petugas panitia pemungutan suara masih setia menantikan kedatangan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.

“Sementara itu, kita sabar menunggu karena waktu untuk menentukan pilihan sampai siang hari. Sayang sekali jika hak suara tidak digunakan. Tetapi, itu merupakan bagian dari hak pilih masyarakat. Kita optimistis bahwa banyak masyarakat yang menggunakan hak pilihnya,” ujar seorang petugas TPS, Rudi (36).

Rentan Gugatan

Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia Gandi Parapat mengatakan, banyaknya masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya dan tidak mendapatkan hak suara, akan dijadikan salah satu pasangan calon (paslon) untuk mengajukan gugatan Pilgub Sumut ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) dan Mahkamah Konstitusi (MK) nantinya.

“Kita melihat sebagian masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya karena tidak percaya dengan calon yang bakal menjadi pemimpin di Sumut. Namun, kita juga mengapresiasi terhadap sebagian masyarakat yang menggunakan suaranya dalam kontestasi Pilgub Sumut. Beberapa kali pilgub di Sumut, golput masih selalu meraih persentase tertinggi dari pasangan calon,” sebutnya.

Warga Binaan

Sementara itu, Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut Josua Ginting mengungkapkan, sesuai data pemilih sementara, jumlah warga binaan yang terdaftar sebanyak 31.189 orang. Namun, warga binaan yang masuk dalam daftar pemilih tetap sebanyak 4.889 orang. Meliputi pria sebanyak 4.445 dan perempuan sebanyak 444.

Josua mengaku belum mendapatkan alasan menyangkut warga binaan yang tidak mendapatkan hak suaranya. Namun, Kemkumham Sumut sendiri sudah menyatakan kesiapan dalam menyukseskan pesta demokrasi ini. (TM-RED)

sumber: beritasatu.com

110 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment