You are here
Ini Alasan Prabowo Subianto Kembali Nyapres Politik 

Ini Alasan Prabowo Subianto Kembali Nyapres

topmetro.news – Hashim Djojohadikusumo menyebutkan, salah satu alasan Prabowo Subianto kembali jadi capres adalah, karena selama beberapa tahun belakangan kondisi tanah air tak kunjung membaik. Hal itu disampaikan Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu kepada sejumlah jurnalis media asing di Kantor Media Center Prabowo-Sandi Jalan Sriwijaya Nomor 35, Jakarta.

Hashim Djojohadikusumo lantas menceritakan, ketika tahun 2006 dirinya dipanggil Prabowo Subianto untuk pulang ke Indonesia. Saat itu, Hashim sedang berada di London, Inggris.

“Ternyata ketika bertemu, dia (Prabowo) malah membicarakan soal susu. Saya kaget ketika dia mulai bicara tentang susu dan tentang anak-anak kekurangan gizi di Indonesia. Prabowo yang pertama kali mengajarkan saya apa itu kondisi stunting,” tutur Hashim Djojohadikusumo.

Saat itu kata Hashim, Prabowo menyampaikan bahwa kondisi generasi mendatang Bangsa Indonesia sangat bertolakbelakang dengan sumber daya alam negaranya yang sangat kaya. Hal inilah menjadi alasan utama mantan Danjen Kopassus itu terpanggil untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan kemampuannya untuk Indonesia. “Paradoks yang dimaksud Prabowo dalam bukunya berjudul Paradoks Indonesia adalah bahwa kita negara yang kaya namun rakyatnya miskin,” ungkap Hashim.

BACA JUGA: Prabowo: Yang Penting Kau Menang Bagaimana Caranya

Dukungan Hashim Djojohadikusumo

Sejak saat itu, Prabowo kemudian mencoba menuangkan pemikirannya untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui jalur politik. Salah satunya dengan mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dua tahun setelah pertemuannya dengan Hashim atau tepatnya pada 6 Februari 2008. Prabowo pun maju pada Pilpres 2009 dan 2014.

Lantas apa alasan paling mendasar putra ekonom ternama Prof Dr Soemitro Djojohadikoesoemo kembali maju sebagai calon presiden?

“Pak Prabowo memutuskan untuk bertarung sekali lagi sebagai calon presiden. Karena sebetulnya tidak ada perbaikan semenjak 10 tahun lalu Beliau mencalonkan pertama kali,” ungkap Hashim. “Ketika kita bicara tentang kesehatan publik, ketahanan dan keamanan energi, lingkungan, itu semua belum ada perbaikan, dan justru semakin buruk,” sambungnya.

Menurut dia, Indonesia memiliki kemampuan dan sumber untuk menjadikan Indonesia kekuatan besar. “Kita seharusnya ada dalam kondisi yang jauh lebih baik bila semua sumber daya dikerahkan. Kita bisa menjadi kekuatan besar dan di posisi yang sama dengan negara-negara kuat lain nya di dunia. Saya percaya dan saya dukung itu, namun kita berada di posisi yang lemah,” jelasnya. (TMN)

sumber: beritasatu.com

75 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment