You are here
Indonesia Harus Siap Hadapi Perang Dagang Ekonomi & Bisnis 

Indonesia Harus Siap Hadapi Perang Dagang

Topmetro.News – Indonesia harus bersiap menghadapi kemungkinan adanya perang dagang yang dilakukan oleh negara yang punya kekuatan ekonomi. Genderang perang dagang itu disiapkan sejumlah negara yang secara ekonomi pemerintahannya kuat.

Makanya, mau tak mau, Indonesia harus siapkan fundamental untuk menghadapi perang dagang itu, meski kenyataannya perang dagang tak berdampak bagi negara mana pun.

“Memang, kita berharap tidak akan ada ‘perang’ agar tidak ada pihak yang terlibat. Indonesia seperti negara lainnya juga harus siap menghadapi perang dagang terhadap sesama negara ekonomi besar di dunia,” kata Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/7/2018).

Perang Dagang Tak Bermanfaat

”Dengan rasio utang terhadap GDP yang rendah, Indonesia menjadi contoh yang baik dibanding negara berkembang lain, manajemen anggaran publik yang kuat sehingga perekonomian nasional dalam kondisi prima,” ungkap Kim.

Dia menegaskan perang dagang tidak pernah bermanfaat untuk siapapun. “Karena perdagangan itu elemen yang paling krusial bagi negara berkembang sehingga dapat tumbuh lebih cepat,” tambah Kim.

“Kami ingin menyampaikan terimakasih kepada Indonesia yang menyambut kami di pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF di Bali pada Oktober tahun ini. Pertemuan ini tidak cuma bermanfaat bagi WB dan IMF saja namun berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara umum,” ungkap Kim.

Amerika Kenakan Tarif Impor 25 Persen

Sekadar diketahui Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan akan mengenakan tarif impor 25 persen untuk 818 produk mulai 6 Juli 2018. AS membidik 1.300 produk dari China senilai 50 miliar dolar AS yang akan dikenakan tarif.

Diberlakukan tarif baru itu berlaku untuk impor baja maupun aluminium dari Tiongkok, serta potensi untuk tarif tambahan pada suku cadang mobil.

Pengenaan tarif tinggi perdagangan ini memicu aksi balasan yang juga akan mengakibatkan terjadinya ”perang” ini. Hal ini juga akan berdampak terhadap negara-negara lainnya.

Peran Bank Indonesia Pulihkan Ekonomi Nasional

Kebijakan perang dagang Donald Trump terkait penerapan tarif bea masuk impor baja dan aluminium terhadap sejumlah negara telah memicu kekhawatiran banyak negara, termasuk bangsa-bangsa yang tergabung sebagai anggota G-20.

Terkait itu, Indonesia diharapkan dapat terus menjaga momentum pemulihan ekonomi ke depan. Bank Indonesia berperan penting di sini, yaitu menjamin pertumbuhan ekonomi nasional lebih baik dibanding tahun sebelumnya.(*)

38 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment