You are here
komunitas Indonesian Drummers Medan (ID-Medan) merayakan Anniversary I Komunitas 

komunitas Indonesian Drummers Medan (ID-Medan) merayakan Anniversary I

topmetro.news -Indonesian Drummers Medan (ID-Medan) sebagai salah satu komunitas musik di Medan. pada tanggal (13/05/2018) melaksanakan anniversary nya yang pertama. Acara tersebut dilaksanakan di  kantor sekretariat,  Kirana Musik Studio, Jl Darusalam no 38 Medan.

Acara dimulai dari pukul 13.00 -18.00 Wib.  Dimulai dengan pembukaan oleh MC lalu dilanjutkan dengan acara bebas, berupa permainan games dan pertunjukan ketrampilan bermain drum oleh para membernya, yang berasal dari berbagai daerah.

Acara yang disponsori oleh Mie Oyi, Studio Kiranamusik dan Istana Musik Medan ini, diisi dengan penampilan beberapa drummer. Antara lain oleh: Rinaldi, Arif (Berastagi), Anriono dan Jimmy (Kaban Jahe), Fadel (Siantar), Imam (Stabat), Raki, Arika (Tanjung Pura), Mikael (Binjai), Baasit, Fikri, Daffa, Agung, Nurul, Andi, Jonathan, Hiskia, Aulia, Hafis, Simon, Zoufy (Medan), Yoga (kisaran), Timothy (Lima Puluh).

Selain itu ada juga games yang diikuti oleh, Hawari (Perdagangan), Raka (Medan), Tasya, Perdagangan, Wahyu (Aceh), Dio (Medan), Yuda (Pakam). Dari keenam nama tersebut, Hawari dan Dio masing masing mendapatkan hadiah berupa topi dan baju dari sponsor Istana Musik Medan serta stiker dari Indonesian Drummer Medan. Dan acara diakhiri dengan penampilan anggota dari Kaban Jahe pada pukul 18.00 Wib

Berdirinya Komunitas Indonesian Drummers Medan (ID-Medan)

anggota-kumunitas

Indonesian Drummers Medan (ID-Medan) didirikan oleh Ramos dan dideklarisakan bersama di Kirana Musik Studio Jalan Darusalam no 38 Medan.

komunitas ini dibentuk dengan tujuan sebagai wadah untuk para musisi khususnya drummer. Selain itu juga digunakan sebagai tempat untuk saling berbagi, serta untuk melatih bagi siapa saja yang suka dengan alat musik drum.

Sedangkan membernya lebih dari sembilan puluh orang dan berasal dari beberapa daerah. Seperti, Medan, Kabanjahe, Brastagi, Tanjung Pura, Stabat, Binjai, Lubuk Pakam, Tanjung Morawa, Lima Puluh Kisaran dan Aceh.

Bagi yang ingin menjadi anggota ID-Medan ini tidak ada standarisasinya. Yang penting siapa saja yang suka bermain dengan drum bisa bergabung, jadi tidak ada batas usianya.

Sedangkan syarat untuk menjadi anggota ID-Medan hanya membayar uang administrasi sebesar RP 175.000,. Untuk uang bulanan tidak dikenakan. Dan akan mendapatkan kaos dari Indonesian drummer Medan dan ID Card.

Adapun untuk kegiatan yang dilakukan pada saat kopdar, komunitas ini selalu melakukan latihan bersama yang rutin dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu. Yaitu pada hari rabu pada pukul 7.00 hingga selesai dan minggu pukul 15.00 Wib hingga selesai.

Selama berdirinya komunitas ini, sudah beberapa kali dikunjungi oleh beberapa pemain drum terkenal seperti, Sandy ( Pas Band), Briant (Sheila on 7), Marco (Raisa), Rayen (Glend Fredly) dan Arie (Tipe-X)

Menjadi drummer yang handal dan teknik bermain drum

sesi-latihan-bersama

Untuk bisa menjadi drummer yang handal seperti: Ringgo star (The Beatles), Travis (Blink 182), Ian Paice (Deep Purple), lars Ulrich (Metallica), Mike Portnoy (Dream Theater), Dave Abruzzesse (Pearl Jam), atau dari seperti Jelly Tobing, Gilang Ramadhan, dll.  Banyak hal yang harus dilakukan bagi seorang drummer. Misalnya, seorang pemain drum pertama-tama harus mengenal mulai dari bagian-bagian drum, lalu mengetahui posisi, dan cara memainkan drum sampai memahami notasi drumnya.

Drum akustik yang sering kita lihat selama ini merupakan salah satu musik pukul yang terdiri atas bass, snare, tom-tom 1 (high tom), tom-tom 2 (Medium tom), floor tom (low tom), hi-hat, crash cymbal dan ride cymbal. Lalu bagaimana memainkannya?

Untuk mendapat kualitas permainan drum yang baik, perlu adanya koordinasi tangan dan kaki baik yang  kanan ataupun kiri. Dan didalam permainan drum, tangan mempunyai peran yang aktif dibandingkan dengan kaki. Jadi untuk menjadi pemukul drum yang handal, maka diperlukan latihan yang berkelanjutan sesuai dengan teknik bermain drum yang baik dan benar.

Seorang pemukul drum atau disebut dengan drummer harus bisa memainkan drumnya dengan tempo cepat, lambat, keras atau lembut dengan kontrol dan skill yang baik. Jadi memiliki teknik yang baik merupakan dasar permainan drum yang baik.

Selain teknik bermain drum yang baik, bagian terpenting dalam bermain drum adalah cara dalam memegang stick (grip). Dimana kita harus menemukan keseimbangan (balance point) dari stick drum itu sendiri. Untuk mengetahui cara memegang stick drum yang baik, maka seorang drummer harus sering mencoba dan merasakan berbagai posisi pada bagian telapak dan jari tangan. Sampai ditemukan penempatan memegang stick drum secara optimal.

Apabila stick drum dipegang terlalu jauh mendekati kepala stick, maka akibat yang ditimbulkan drum tidak akan bersuara optimal setelah dipukul. Teknik yang baik untuk memegang stick drum adalah menyeimbangkan stick pada jari telunjuk dan ujungnya atau kepalanya dibiarkan mantul secara bebas pada drum.

Beberapa komentar tentang komunitas ID-Medan

Aulia selaku wakil ketua ID- Medan dalam wawancaranya dengan wartawan topmetro di sekretaritanya mengatakan. ”komunitas ini sangat baik dan didirikan dengan maksud  menyatukan para drummers di Kota Medan dalam satu wadah. Jadi komunitas ini menjadi sebuah rumah bagi para drummer. Di komunitas ini, terdapat beberapa drummer yang mau membagi ilmunya ” ucapnya.

Basid seorang drummer dan member ID-Medan yang masih duduk di kelas 4 sekolah dasar mengatakan. ” Saya bergabung dengan komunitas ini sudah delapan bulan dan selama bergabung, saya sekarang sudah pandai dalam sticking, memukul drum dan juga kekuatan tangan, jadi selama saya berlatih sudah banyak sekali kemajuan yang saya dapatkan,” ucapnya.

Tasya amanda nasution selaku member juga menambahkan. ” saya bergabung dengan komunitas ini sejak awal dibentuknya. Selama bergabung ada beberapa manfaat yang saya dapatkan. Seperti, banyak kawan, bisa mengenal banyak drummer dari berbagai kalangan dan sekaligus menambah ilmu dalam bermain drum.” serunya.

Mengenai hobinya tersebut Tasya mengaku bahwa suka bermain dengan drum sejak kecil. Kebetulan orangtuanya juga pemain drum jadi ilmunya diturunkan kepadanya.

Hafis selaku tim kreatif dalam komunitas ID-Medan juga mengatakan. ”Saya masuk disini sejak tanggal 25 mei 2017.  Saya  bergabung dengan komunitas ini karena memang saya hobi dengan alat musik ini  sejak dari SD. Ketika  ada yang mengajak untuk bergabung, maka saya pun langsung ikut,” ucapnya.

Belajar tehnik dan pengalaman antar sesama anggota komunitas

Ramos selaku ketua ID-Medan juga mengatakan,” jika bergabung dengan komunitas ini, maka ada beberapa manfaat yang didapat dari para member.  Diantaranya mereka akan mendapatkan ilmu yang lebih luas dari seniornya. Karena disini akan diajarkan mulai dari yang tidak tahu sama sekali tentang cara bermain drum yang baik, hingga menjadi mahir. Kalau  les musik atau sekolah drum, hanya bermain dan belajar selama setengah jam dan harus membayar 300 ribu rupiah sebulan. Kalau disini hanya membayar uang administrasi saja, selain itu para member juga akan mendapat banyak teman.”Ucapnya.

Mengenai cara berlatih drum dikomunitas ini, selanjutnya Ramos mengatakan. ”Disini pada saat berlatih kita melakukan sticking bersama anggota, yaitu melakukan latihan memukul drum dengan menggunakan pad. Pada saat akan menggunakan intstrumen drum yang sesungguhnya, maka para anggota akan bergantian menggunakannya. Selain itu di komunitas ini juga para member akan diajarkan tentang dasar-dasar bermain drum, yang harus dikuasai. Seperti single stroke dan double stroke yang akan diajarkan setelah benar-benar mahir. “ujarnya.

Mengenai harapan kedepannya selanjutnya Ramos mengatakan. ” Mudah-mudahan ID- Medan kedepannya bisa lebih maju lagi dan bisa membawa hal yang positif bagi semua orang” Pungkasnya (TM Herryansyah).

251 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment