You are here
Jelang Liga Inggris, Unai Emery Sulit Tentukan Skuad Inti Arsenal Olahraga 

Jelang Liga Inggris, Unai Emery Sulit Tentukan Skuad Inti Arsenal

topmetro.news – Menjelang bergulirnya Liga Inggris musim 2018/19, pelatih anyar Arsenal, Unai Emery harus mengambil keputusan sulit menentukan skuad inti (starting XI), yang bakal diterapkan tim berjulukan The Gunners itu di musim nanti. Apalagi, Unai Emery harus pula memperbaiki hasil musim lalu yang diraih Arsenal, ketika masih dibesut Arsene Wenger.

Seperti yang dilansir pada www.premierleague.com, pada Selasa (07/08/2018), Unai Emery menyatakan, dirinya merasa harus memiliki pilihan yang tepat untuk perubahan. Hal itu dilakukan, agar debutannya bersama Arsenal berjalan dengan baik di musim nanti. Tidak hanya itu saja, Emery juga harus meracik tim yang benar-benar mumpuni untuk bersaing di kompetisi itu.

Yang merasa harus diperbaiki dalam pembenahan tim di Arsenal, ada satu faktor yang menjadi sorotan utama bagi pelatih berpaspor Spanyol itu yakni disiplin. Pelatih berusia 46 tahun itu melihat, faktor kegagalan Arsenal pada musim lalu longgarnya disiplin. Hal itu, juga berdampak jelas dari turun naiknya performa Arsenal dalam melakukan stiap pertandingan.

” Saya bukannya mengkritik hasil dari binaan pelatih yang lama Arsene Wenger. Beliau merupakan senior saya, dan beliau juga merupakan sosok guru bagi saya. Saya kenal betul dengan Wenger, salah satu pelatih yang mengadopsi peraturan disiplin yang tinggi. Hal itu saya melihat, bukannya sang pelatih yang tidak menerapkan disiplin kepada pemain. Tapi pemainlah yang saya nilai telah mengabaikan disiplin di setiap melakukan pertandingan. Sering kali Arsenal kecolongan, karena terlalu rendahnya disiplin ketika menjaga posisi masing-masing,” sebut Emery.

Tercermin dari catatan hasil pertandingan yang buruk di raih Arsenal, dengan meraih 19 kemenangan, 6 seri dan 13 mengalami kekalahan, dengan total poin 63, merupakan hasil yang cukup kurang menggembirakan. Dari hasil itu juga sudah jelas terlihat, mengalami 13 kekalahan dan 6 hasil imbang, merupakan satu hasil yang kurang baik, bagi satu tim besar seperti Arsenal.

Tingkatkan Disiplin

Menjelang diputarnya kembali Liga Inggris musim 2018/19 ini, Unai Emery akan mencoba meningkatkan disiplin bagi seluruh pemain Arsenal, hal itu sudah terlihat dalam evaluasi dari beberapa pertandingan persahabatan dan di even pra musim International Champions Cup 2018. Skuad Arsenal masih terbawa pola permainan yang lama, dengan tidak menerapkan disiplin dalam menjaga posisi masing-masing di setiap pertandingan.

Bukan hanya itu saja, Unai Emery juga akan merubah pola permainan Arsenal yang selama ini menggunakan pola 4-4-2. Dalam persaingan yang cukut ketat di musim mendatang, Unai Emery akan mencoba menerapkan dua pola yakni 4-3-3 atau 4-2-3-1, pola tersebut sangat dibutuhkan dalam persaingan kompetisi saat ini. Pola tersebut membutuhkan kerja keras untuk menghasilkan satu kemenangan, dan pola itu juga sekaligus menanamkan kerangka tim yang lebih solid.

” Selama pertandingan pra-musim kemarin, Arsenal telah terlihat terorganisir dengan kedua pola tersebut. Beberapa pemain telah melakukan hal yang sangat berkembang, yang dapat bermain menyerang dari seluruh lini, dengan pergerakan tanpa bola. Tampaknya pola tersebut cocok untuk Arsenal dengan lebih banyak struktur untuk permainan umum,” ucapnya.

Unai Emery menambahkan, Arsenal memiliki pemain yang berkualitas tinggi khususnya disektor depan dan gelandang serangan ataupun tengah. Saat ini Arsenal diisi oleh pemain yang berwatak pekerja keras seperti Alexis Sanchez, Alex Oxlade-Chamberlain, Francis Coquelin dan Theo Walcott. Ada Alexandre Lacazette, Henrikh Mkhitaryan dan Granit Xhaka adalah tiga pemain senior yang mungkin paling terpengaruh oleh pilihan pelatih kepala baru mereka. Dan tak ketinggalan, diisi pemain berkelas yakni Pierre-Emerick Aubameyang dan Mesut Ozil adalah inti dari proses pemikiran Emery.

” Sementara saya percaya dengan skuad yang ada saat ini, Arsenal bisa kembali bangkit. Namun, hal itu tentunya harus dilandasi dengan disiplin yang tinggi menjaga daerah permainannya. Apalagi dengan memakai formasi antara 4-3-3 dan 4-2-3-1, cocok untuk skuad yang ada tergantung pada oposisi,” ungkap Emery. (TMN-YOFE)

64 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment