You are here
Tolak AHY, Jusuf Kalla Ngaku Mau Bantu Jokowi Nasional 

Tolak AHY, Jusuf Kalla Ngaku Mau Bantu Jokowi

topmetro.news – Jusuf Kalla dipastikan tetap ada keputusan berhenti dari dunia politik usai pensiun dari wapres. Disebutkan, JK ingin lebih banyak bersama keluarga. Selain itu, Kalla ingin membantu Jokowi menghadapi Pilpres 2019.

Oleh karena itu, Jusuf Kalla juga sudah menolak keinginan Demokrat untuk koalisi pada Pilpres 2019. Dimana partai besutan SBY itu ingin memunculkan Duet JK – Agus Harimurti Yudhoyono.

Penolakan ini pun sudah ditegaskan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi. “Dia (Kalla) sudah tolak. Dia (Kalla) nggak mau. Sudah kasih tahu ke Demokrat, dia (Kalla) tidak bisa lagi. Pak JK sudah kasih tahu langsung,” kata Sofjan.

Sofjan menegaskan, bahwa apa pun wacana yang dimunculkan dan melibatkan JK, Wakil Presiden RI itu katanya tidak tertarik lagi.

Pamerkan Foto JK-AHY

Sebagaimana diketahui, Duet JK-AHY dimunculkan Partai Demokrat yang ingin membentuk poros ketiga pada Pilpres 2019. Bahkan foto bersama JK-AHY sudah sempat dimunculkan oleh para kader Partai Demokrat, di antaranya oleh Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Demokrat Imelda Sari.

Selain Imelda, Wasekjen Demokrat Andi Arief juga memamerkan foto JK-AHY di akun Twitternya. Bahkan menurut Imelda, dalam poling internal Partai Demokrat, 90 persen kader menginginkan adanya koalisi alternatif di luar Koalisi Presiden Joko Widodo dan kelompok oposisi.

Dan menurut Imelda, salah satu nama yang dianggap cocok bekerja sama dengan Partai Demokrat adalah, Jusuf Kalla. Hal ini berdasarkan elektabilitas dan pengalaman dalam satu periode kepemimpinan bersama dengan SBY juga.

Lalu, ketika pada kesempatan Jusuf Kalla bersilaturahmi dengan Ketum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa waktu lalu, wacana itu makin mencuat. Meski Imelda membantah pertemuan Kalla dan SBY khusus membicarakan wacana duet, namun banyak pihak menduga, pertemuan adalah terkait pilpres.

Dikatakan Imelda, keinginan memunculkan Duet Kalla-AHY sudah lama muncul, terutama di kalangan internal Partai Demokrat.

Golkar Siap Nego

Sementara itu, Partai Golkar tetap berencana menempatkan kadernya di kursi cawapres, mendampingi Jokowi. Namun, Wasekjen Partai Golkar M Sarmuji mengatakan, mereka sudah menyiapkan langkah antisipasi apabila kadernya tidak maju.

“Langkah antisipasinya bisa jadi kita tetap mendukung Jokowi. Tentu dengan negosiasi tertentu atau lain-lain,” kata M Sarmuji seraya menambahkan, soal antisipati dimaksud, akan dibahas di internal partai.

Sarmuji juga menambahkan, urusan cawapres untuk Jokowi memang sangat krusial dan sejauh ini masih jadi teka-teki. Apalagi, kata dia, masalah keutuhan koalisi pendukung Jokowi sangat menentukan.

“Akan sangat menentukan utuh dan retaknya Koalisi Jokowi. Sehingga pembahasan Cawapres Jokowi harus diputuskan bersama seluruh parpol koalisi. Dengan demikian, kita berharap koalisi tetap utuh,” katanya.

Itu sebabnya, lanjut Sarmuji, pembahasan mengenai cawapres harus dilakukan dalam kapasitas yang setara. Selain itu harus dibicarakan, dilaksanakan, dalam suasana bersahabat dengan memperhitungkan mitra koalisi. (TM-RAJA)

130 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment