You are here
RI-Tiongkok Tandatangani Kerja Sama Geopark Toba dan Yandangsan Internasional 

RI-Tiongkok Tandatangani Kerja Sama Geopark Toba dan Yandangsan

topmetro.news – Pada Konferensi Internasional Geopark Global Unesco ke-8, Indonesia yang diwakili GM Geopark Kaldera Toba Hidayati dan GM Geopark Yandangshan Zhu Xiao Kung, menandatangani kesepakatan kerjasama antara dua institusi tersebut. Nota kerja sama geopark itu ditandatangani di Italia, Rabu (12/9/2018).

Ada pun kerja sama geopark itu berisi tentang ketentuan teknis antar dua institusi pengelola geopark.

Penandatangan disaksikan delegasi dari Tiongkok dan RI yang diwakili Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Elvy Wijayanti serta Kabiro Informasi dan Hukum Latief Nurbana.

GM Danau Kaldera Toba Hidayati usai penandatanganan mengatakan, bahwa kerja sama geopark antar kedua lembaga tersebut beragam bentuknya. “Kami sepakat untuk saling bertukar pengalaman tentang pengelolaan geopark, perlindungan warisan geologi, pelatihan staf, marketing dan promosi. Serta pengembangan pariwisata dan jejaring,” sebut dia.

Dalam waktu dekat, menurut Hidayati, kedua institusi ini akan menyusun rencana kerja sama tahunan serta teknis pertukaran. “Ranah pertukaran ini terkait pengelolaan geopark, sharing hal teknis dan profesional, serta saling membantu promo masing partner geoparknya,” jelas dia.

Kerja Sama Geopark Penting

Lebih jauh, Hidayati menambahkan bahwa kerja sama geopark yang telah tergabung dalam jaringan Geopark Global UNESCO merupakan kewajiban. “Hal ini penting untuk pengembangan geopark-geopark yang telah tergabung dalam jaringan UNESCO,” katanya.

Setelah ini, kata Hidayati, kedua lembaga akan menyusun rencana kerja sama tahunan dan teknis pengelolaan geopark. Juga akan saling membantu soal promosi. “Ini penting untuk pengembangan geopark kita ke depan,” kata Hidayati.

Konferensi Internasional UNESCO digelar 8-14 September 2018. Bersama 800 delegasi dari berbagai negara, Indonesia berbagi pengalaman dengan pengelola geopark lain soal proses konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.

UNESCO sendiri telah menetapkan beberapa geopark di Indonesia. Antara lain, Geopark Batur, Bali, Geopark Gunung Sewu, Yogyakarta-Jawa Timur, dan Geopark Ciletuh, Jawa Barat. Selain itu, Indonesia memiliki sejumlah geopark lainnya, yaitu Kaldera Toba, Merangin Jambi, Belitong, Raja Ampat, Tambora, Maros-Pangkep dan Bojonegoro. (TM-ERRIS)

85 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment