You are here
Komunitas BAPER (Barisan Pecinta Rasulullah) Komunitas 

Komunitas BAPER (Barisan Pecinta Rasulullah)

topmetro.news – Komunitas BAPER adalah sebuah komunitas kepemudaan yang berada di kabupaten Karo. BAPER merupakan singkatan dari Barisan Pencinta Rasulullah. Komunitas BAPER bermula dari pengajian Liqo siswa – siswa SMK Negeri 1 Merdeka. Dari sebuah diskusi kecil , tercetuslah amanat tentang sesuatu pemikiran yang dapat memotifasi pergerakan remaja islam di tanah karo. Seiring berjalannya waktu, BAPER mulai mengembangkan sayap dan mulai unjuk gigi, sehingga kini BAPER tidak hanya beranggotakan siswa – siswa SMK 1 MERDEKA saja, namun BAPER juga mulai merangkul muda – mudi di sekitaran Kec. Berastagi dan Kec. Kabanjahe. komunitas BAPER terbentuk sejak pertengahan Maret dan mulai terstruktur aktif pada tanggal 5 Mei 2017 sampai dengan sekarang.

Beberapa Kegiatan Komunitas BAPER

Setelah terbentuk banyak hal dan kegiatan positif yang telah dilakukan oleh komunitas ini, antara lain:

1. Pekan pertama – Kegiatan BBM (Bersih – Bersih Masjid)
Kegiatan Bersih – bersih Masjid biasanya dilakukan untuk membersihkan masjid – masjid atau pun mushola yang kurang terawat karena sedikitnya perhatian dari masyarakat setempat. Terkhusus kepada daerah terdekat maupun daerah yang sulit ditempuh perjalanannya. Dan selama kegiatan ini, kunjungan masih berada di daerah Kabupaten Karo.

2. Pekan kedua – Sosialisasi ke Tuna Laras
Minimnya perhatian dari pemerintah Tanah Karo, BAPER membuat sebuah kegiatan hiburan dan membantu pada tuna laras agar dapat kembali berpikir secara normal, dan tak lupa pula mengenal rasa kebagiaan lewat hiburan maupun komunikasi dakwah – dakwah singkat. Mulai dari mengajari mengaji sampai berpakaian layaknya masyarakat biasa.

3. Pekan ketiga – KANTIN (Kajian Rutin)
Kegiatan ini seperti mendengarkan ceramah dari ustad/ ustadzah atau pun tokoh – tokoh masyarakat setempat, yang sukarelawan memberikan kajian – kajian islami agar remaja – remaja dapat memiliki akhlak mulia dan berpikir secara bijaksana.

4. Pekan keempat – Berbagi ilmu antara anggota
Berbagi ilmu tentulah bersifat universal. Maka dari itu, BAPER kemudian kembali membuat kegiatan seperti belajar bela diri, belajar kaligrafhi, belajar membaca Al – Qur’an dan masih banyak kegiatan – kegiatan positif lainnya. Kegiatan ini dilakukan agar teman – teman BAPER senantiasa saling berbagi dan juga menerima ilmu setiap masing – masing anggota.

Mengenai kegiatan BAPER sendiri Aris zairi salah satu anggota BAPER mengatakan. “Di BAPER, semua kegiatannya Insyallah positif dan membangkitkan jiwa sosial kita, contohnya dari kegiatan bersih – bersih masjid kita bisa belajar kerja sama dalam membersihkan rumah allah. Kemudian, dari kegiatan tuna laras saya belajar tentang saling peduli sesama manusia”. Katanya.

Kemudian, salah satu anggota BAPER yang bernama Elisya Indriyani juga menambahkan, “Memang banyak ilmu yang di gali kak. Malah seru berorganisasi bersama BAPER, saling mengayomi satu sama lain. Jadi merasa sudah seperti keluarga. BAPER komunitas yang menarik, sangat menyenangkan membangun kerja sama di dalamnya, cukup kuat antara satu dengan lain. Pesannya, jangan sampai padam semangat untuk jadi komunitas yang lebih baik”. Imbuhnya.

Selain kegiatan yang bersifat momentum, BAPER juga membuat kegiatan beberapa bulan sekali yaitu yang biasa disingkat dengan KABAR singkatan dari kajian akbar remaja.

BAPER juga pernah melakukan beberapa gerakan yaitu:
– “Gerakan Karo Love Palestina”
– “Gerakan Karo Love Rohingya”
– “Gerakan Karo Love Suriah”
– “Gerakan Seribu Rupiah Untuk Anak Yatim”
– “Gerakan GAJAH (Gerakan Remaja Berhijrah)”.

Rencana Kegiatan yang akan diadakan BAPER

– “TALAM (Taddabur Alam)”
– Kegiatan Outbond
– Berdakwah, dan
– Bersilaturahmi ke Remaja – remaja Masjid se Kec. Berastagi.

Ada pula Kegiatan Sunnah BAPER yaitu;
– Panahan,
– Berenang, dan
– Berkuda

Tanggapan masyarakat tentang komunitas BAPER

Dalam keterangannya kepada wartawan TOP METRO, Muhammad Amri selaku Ketua LAZ Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf mengatakan, “BAPER merupakan Komunitas anak – anak muda muslim di tanah karo yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan islam dan kepedulian sosial kepada masyarakat muslim dhuafa dengan beberapa programnya yang sangat positif. Sudah seharusnya kita Tokoh Masyarakat atau Instansi pemerintah memberi dukungan moril dan materil kepada mereka yang merupakan cikal – bakal generasi bangsa agar mampu memberikan kontribusi yang baik dalam membangun peradaban dan kepribadian manusia yang berpendidikan, peduli dan berakhlak mulia. Hingga menjadi teladan bagi generasi muda yang lain”. Ucapnya.

Selajutnya H.M Ilyas Tarigan selaku Kordinator lembaga dakwah Ar Raudhahtul Hasanah mengatakan,
“Baru – baru ini saya bertemu dengan satu komunitas anak muda bernama BAPER, singkatan dari Barisan Pencinta Rasul. Komunitas ini dipimpin oleh Rifqi Yudistira seorang Siswa SMK kelas 11. Mereka laksanakan kegiatan yang sangat fantastik bagi kumpulan anak muda pada saat ini. Dengan biaya sangat minim, mereka dapat melakukan kegiatan yang sangat bermanfaat, baik bagi masyarakat maupun bagi diri mereka. Pada waktu tertentu, mereka mengadakan pengajian bersama, atau berbagi ilmu sesama sesuai dengan kemampuan dan keterampilan mereka. Ada diantaranya mempunyai keterampilan menjahit, ada yang membuat kaligrafi, ada juga yang mempunyai mahir di bela diri. Yang saya ketahui, BAPER adalah satu komunitas anak – anak muda, terdiri dari para pelajar dan sebagian dari mereka baru saja selesai dari pendidikan SMP.

Komunitas ini mempunyai visi dan misi yang cukup dalam membina komunitas. Ditengah tantangan zaman saat ini, anak – anak muda lebih mengutamakan hura hura bahkan sudah banyak yang terkena dampak penyakit sosial masyarakat, seperti narkoba, pergaulan bebas, LGBT, dan nongkrong dipinggir jalan tanpa punya tujuan. Bahkan sampai mengganggu orang yang lewat dijalanan. Pada kondisi yang demikian BAPER tampil dengan mengadakan kegiatan yang peduli dengan lingkungan. Mereka bekerja sama untuk membersihkan mesjid, dipedesaan serta mengajak remaja – remaja mesjid setempat untuk mengadakan kegiatan – kegiatan positif.

Saat kami mengikuti kegiatan sosial yang diadakan dinas sosial tempat penampungan. Mereka mengajari beragam islam dengan membaca al quran dan azan. Mereka mencari dan mengumpulkan pakaian layak pakai kemudian dibagikan, mengadakan game untuk memberikan keceriaan bagi penghuni di penampungan tersebut. Kepedulian seperti ini, mungkin orang dewasa saja tidak sampai memikirkannya. Semoga mereka ini menemukan pembimbing dan pembina yang baik, sehingga terhindar dari pencemaran lingkungan yang sudah sedemikian menghawatirkan. Semoga Allah swt memberikan kemudahan dalam kegiatan mereka. Serta istiqomah, sehingga menjadi pejuang – pejuang dakwah dimasa depan. ”

Tujuan yang ingin dilaksanakan

BAPER sendiri memiliki tujuan sebagai berikut :
1. Menjadi motivator penggerak remaja.
2. Berkontribusi mewujudkan kepribadian pemuda islam.
3. Ikut berpartisipasi dalam pergerakan dakwah di tanah karo.
4. Menjadi pemuda yang bermanfaat terhadap masyarakat.
5. Mengajak generasi muda untuk meningkatkan wawasannya terhadap islam.
6. Memperkuat kerja sama dan kekompakan di antara pengurus maupun anggota.
7. Mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak dalam melaksanakan program kerja dan menjalin silaturrahim.
8. Menjadi trainer/ penggerak Setiap generasi muda di tanah karo untuk bersama-sama ber – Hijrah (menuju ke arah yg lebih baik) mengharap Ridho Allah subhanahu wata’ala.

Menjadi Ladang Pahala

Mengenai harapan kedepannya, Rifki selaku ketua BAPER mengatakan, “Semoga BAPER bisa menjadi ladang pahala untuk orang didalamnya. Bisa bermanfaat untuk banyak orang, karena hidup bukan tentang siapa kita, tetapi tentang seberapa bermanfaat kah kita untuk orang lain. Semoga juga BAPER bisa menjadi motivator penggerak bagi kaum muda, khususnya di Kabupaten karo.
Dan semoga mendapat bantuan dari donatur, terutama pemerintah agar memfasilitasi BAPER dan program yang telah dijalankan bisa terus berjalan dengan lancar.” Tutupnya.(TM\Rio)

610 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment