You are here
KPU Sumut Dituding Tak Maksimal Sosialisasikan Pilgub, Dewan Pesimis Pilkada Sukses Kota Medan 

KPU Sumut Dituding Tak Maksimal Sosialisasikan Pilgub, Dewan Pesimis Pilkada Sukses

topmetro.news – Legislator DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sarma Hutajulu menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat tidak maksimal sosialisasikan Pilgub (Pemilihaan Gubernur dan wakil gubernur) Sumatera Utara 2018 kepada masyarakat.

“Sosialisasi masih tergolong minim. Saya pesimis Pilkada Sumut bisa berjalan sesuai harapan dan mampu meningkatkan partisipasi pemilih untuk datang ke TPS,” ujarnya pada wartawan di Medan, pada Senin (26/3/2018).

Politisi PDI-Perjuangan itu memperkirakan hingga saat ini masih banyak warga Sumut tidak mengetahui akan ada Pilkada serentak 2018 yang dijadwalkan digelar pada 27 Juni mendatang.

Sementara, kegiatan sosialisasi Pilgub Sumut 2018 yang dilaksanakan KPU setempat masih dominan bernuansa seremonial. Seharusnya, menurut dia, sosialisasi pada masyarakat menjadi perhatian serius bagi KPU Sumut sehingga warga memiliki kesadaran terkait pentingnya menggunakan hak suara dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumut.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pilgub Sumut, menurut Sarma, KPU daerah itu harus lebih intensif melakukan sosialisasi hingga ke pelosok desa mengenai pentingnya menggunakan hak pilih pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Dalam hal jumlah calon pemilih, Sarma mempertanyakan akurasi data KPU Sumut mengenai daftar pemilih sementara (DPS). Pihak KPU Sumut pada 17 Maret 2018 telah mengumumkan bahwa DPS Pilgub 2018 sebanyak 9.202.967 juta Jiwa. Jumlah DPS tersebut, menurut dia, berbeda dengan DPS yang dikeluarkan pada Januari 2018 sebanyak 10 juta jiwa lebih.

Perbedaan DPS

“Kenapa ada perbedaan data DPS yang begitu signifikan yang dikeluarkan KPU antara Januari dengan Maret 2018?,” ucap anggota Komisi DPRD Sumut itu.

Terkait dengan selisih jumlah DPS tersebut, kata Sarma, KPU Sumut dan Dinas Kependudukan setempat perlu segera mengumumkan penyebab terjadinya selisih DPS tersebut ke publik secara transparan.(TM/Erris)

163 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment