You are here
Dewan Pengawas Kunker ke Instalasi Pengolahan Air Info Metro 

Dewan Pengawas Kunker ke Instalasi Pengolahan Air

topmetro.news – Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi Provinsi Sumut melakukan kunjungan kerja di beberapa Instalasi Pengolahan Air dan cabang pelayanan. Kunker selama lima hari dimulai tanggal 2 sampai 6 Juli 2018.

Kunker dipimpin Sekwan Pengawas Hasban Ritonga, diikuti anggota Farianda Putra Sinik, Anggia Ramadhan, T Fahmi Johan, didampingi Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo, Direktur Air Minum Delviyandri, Direktur Administrasi dan Keuangan Arif Haryadian, dan Direktur Air Limbah Heri Batangari Nasution.

Hasban Ritonga mengatakan, kunker untuk melihat langsung sistim pengelohan air di Instalasi Pengolahan Air dan kondisi Cabang Pelayanan PDAM Tirtanadi. Juga berdiskusi dengan fungsionaris dan pegawai terkait peluang, tantangan, dan kendala yang dihadapi dalam melakukan pelayanan kepada pelanggan.

Dia menyebut, Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi mendorong manajemen agar bisa segera meningkatkan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sunggal. Karena peningkatan itu dinilai menjadi hal sangat mendesak untuk mengimbangi permintaan yang terus tumbuh di wilayah Kota Medan.

Anggota dewan pengawas, Farianda Sinik menjelaskan, kunjungan kerja sesuai tugas dan kewenangan yang diatur dalam Permendagri No 2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Juga Perda Provsu No 3 Tahun 2018 tentang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi.

Pipa Tua dan di Bawah Bangunan

Dalam kunjungan kerja itu didatangi tiga Instalasi Pengolahan Air, di antaranya IPA Martubung, IPA Delitua, dan IPA Sunggal. Sedangkan cabang pelayanan yang dikunjungi ada lima, yaitu Cabang Belawan, Diski, Medan Amplas, Medan Denai, dan Cabang Padangbulan.

Menurut Farianda, mereka ingin lihat langsung kondisi IPA dan cabang pelayanan. Juga ingin mendengar langsung dari pegawai peluang, tantangan, dan kendala dalam melakukan pelayanan kepada pelanggan.

“Dari kunker yang dilakukan ke IPA, pada umumnya kendala yang dihadapi yakni keterbatasan air baku, mahalnya harga bahan kimia dan sparepart pompa, serta pasokan listrik yang terkadang padam,” katanya.

Sementara kendala di cabang pelayanan, umumnya soal debit air yang tidak sebanding dengan jumlah pengguna, kondisi jaringan perpipaan (umumnya sudah tua). Kondisi pipa ini diperparah karena letaknya sebagian besar sudah berada di bawah jalan beton dan rumah warga.

Masalah fasilitas kantor yang cabang yang masih menyewa dan belum permanen, juga menjadi temuan dewan pengawas. “Hal-hal seperti ini menjadi perhatian prioritas bagi dewan pengawas,” ungkapnya.

Akhirnya, mewakili dewan pengawas, Farianda minta Direksi PDAM Tirtanadi saling bersinergi, sehingga bisa lebih baik lagi. “PDAM Tirtanadi juga harus mampu memberikan pelayanan yang prima terhadap para pelanggan atau pengguna air bersih,” katanya. (TM-ERRIS)

68 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment