You are here
Relawan Jokowi Menarik Diri, Maruarar: Kita Menghormati Pilihan Nasional 

Relawan Jokowi Menarik Diri, Maruarar: Kita Menghormati Pilihan

topmetro.news – Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait menganggap wajar soal adanya relawan Jokowi yang menarik diri. Dia pun mengajak semua pihak, agar saling menghormati pilihan masing-masing.

“Ada yang yang datang ada yang pergi. Dulu juga (Partai) Golkar mendukung Prabowo, juga PPP mendukung Prabowo, nggak apa-apa. Demokrasi itu adalah sangat dinamis,” sebut Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait, beberapa waktu lalu kepada media.

Mengenai apakah muncul kekhawatiran kalau ada lagi relawan yang keluar, kata Maruarar, pilihan mereka harus dihormati. “Kita harus menghormati pilihannya. Ini bukan soal khawatir. Tapi pilihan demokrasi itu adalah pilihan yang sangat independen. Jadi orang berhak memilih dia ada dimana. Ini kan negara demokrasi,” katanya.

Peluang Sejarah PDIP

Ara juga mengungkapkan, ada kesempatan PDIP menciptakan sejarah di Era Reformasi. Sejarah itu adalah, memenangkan pemilu dua kali berturut-turut.

“Tadi saya katakan, tidak ada partai sesudah Reformasi 1998, yang memenangkan dua kali berturut-turut. Ini kesempatan PDIP untuk membuat sejarah dua kali menang berturut-turut. Ada dua alasan. Pertama memiliki Bu Mega sebagai magnet untuk menjaga suara internal. Yang kedua punya Jokowi untuk suara dari luar,” katanya.

Disinggung soal tuduhan pengibulan dalam pembagian sertifikat tanah, kata Maruarar, biarlah yang menerima sertifikat itu yang merasakan. “Kalau ngibul masa berkali-kali dan berapa ratus orang yang sudah dikibulin ya,” katanya.

Hormati Para Senior

Meski demikian, Maruarar Sirait tetap mengajak semua elemen untuk tetap menghormati para senior negara. Selain itu, dia juga berharap, para senior tadi saling rukun.

“Saya rasa begini, para senior-senior ini, kita menghormati. Kita berharap semua juga Pak Luhut Pak Amin, seperti kata Pak Jokowi bisa rukun. Tapi kalau bicara soal (pengibulan), saya ikut (melihat) di beberapa tempat,” imbuh Ara.

Maruarar mencontohkan beberapa daerah, seperti yang dia ikuti di Papua, Kalimantan Selatan, dan Maluku Utara. “Saya lihat sendiri betapa bahagianya rakyat yang mendapatkan sertifikat itu. Betapa bahagianya mereka. Karena dengan sertifikat itu mereka bisa berusaha, ada kepastian hukum, dan sebagainya,” katanya. (TM-RAJA)

190 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment