You are here
Mengapa Anak Suka Mengisap Jempol? Kesehatan 

Mengapa Anak Suka Mengisap Jempol?

topmetro.news – Sebuah pertanyaan yang sering muncul adalah, mengapa anak suka mengisap jempol? Lalu apakah anak isap jempol itu merupakan sebuah kelainan?

Anak-anak prasekolah mungkin mulai malu mengisap jempol mereka jika teman-teman mereka tidak menghisap jempol dan bahkan meledek mereka.

Sebagian besar anak dalam kelompok usia ini yang masih menghisap jempol mereka akan berhenti sendiri, dan intervensi malah dapat menekan anak dan membuat masalah lebih buruk. Bahkan ketika mereka telah berhenti mengisap jempol seharian, anak-anak dapat terus melakukannya sebagai bagian dari ritual tidur malam.

Sebagian besar anak berhenti mengisap jempol mereka sebelum mereka mulai sekolah. Lainnya berhenti mengisap beberapa waktu kemudian, biasanya dalam rangka menanggapi tekanan teman sebaya.

Jika seorang anak usia sekolah tampaknya tertekan karena mengisap jempolnya, orangtua bisa menyarankan cara-cara agar mereka dapat bekerja sama untuk menghentikan kebiasaan anak mengisap ibu jari. Jika anak tidak mau berhenti mengisap jempol, dokter gigi harus diajak berkonsultasi untuk memastikan bahwa kebiasaan itu tidak menyebabkan kerusakan pada kesejajaran gigi.

Bisa Menjadi Masalah

Ada beberapa kasus di mana mengisap jempol dapat menjadi masalah. Jika anak usia sekolah mengisap ibu jarinya dan diejek oleh teman-teman sekelasnya, anak mungkin ingin berhenti dan membutuhkan bantuan baik dari orangtua ataupun konselor.

Beberapa dokter gigi memperingatkan bahaya ketidaksejajaran gigi permanen, jika anak usia lima atau enam tahun mengisap jempol dengan banyak tekanan pada gigi.

Namun tidak semua dokter gigi setuju bahwa anak isap jempol berbahaya bagi perkembangan gigi. Jika ada bukti bahwa mengisap jempol menyebabkan masalah tertentu, anak mungkin perlu didesak untuk berhenti.

Jika mengalami kesulitan menghentikan kebiasaan anak isap jempol ini, orangtua mungkin dapat membantu secara positif. Anak dapat diberikan stiker atau hadiah kecil pada hari di mana ia tidak mengisap jempol.

Hindari Tekanan Negatif

Orangtua juga dapat membantu anak menemukan sesuatu yang lain untuk dilakukan dengan tangannya saat anak memiliki dorongan untuk mengisap jempol. Orangtua harus menghindari tekanan negatif pada anak-anak untuk menggentikan mengisap jempol mereka; kebiasaan ini akhirnya akan diatasi oleh semua anak.

Dalam kasus ekstrim, beberapa dokter gigi dapat meresepkan perangkat lisan untuk mengubah bentuk langit-langit mulut anak, sehingga tidak menyenangkan bagi anak untuk melanjutkan kebiasaannya.

Orangtua cenderung lebih peduli dengan mengisap jempol daripada seharusnya. Sampai anak berusia lima atau enam tahun, atau mulai ada masalah dengan cara bicara atau kesejajaran gigi anak, mengisap ibu jari tidaklah menjadi masalah.

Kapan Menghubungi Dokter?

Jika anak terus mengisap ibu jarinya setelah usia lima atau enam tahun, atau mengisap jempol sangat keras setelah usia tiga atau empat tahun, dokter mungkin memiliki saran untuk orangtua yang bersangkutan. Jika gigi anak menjadi tidak sejajar karena praktik mengisap gigi, dokter gigi harus diajak berkonsultasi. Jika mengisap jempol dikombinasikan dengan masalah lain seperti kecemasan, dokter anak harus dihubungi. (TM-ART)

berbagai sumber

92 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment