You are here
PDI Perjuangan Dianggap Parpol Paling Milenial Politik 

PDI Perjuangan Dianggap Parpol Paling Milenial

topmetro.news – PDI Perjuangan mendapat pujian dari delegasi Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) sebagai partai politik tertua. Namun berhasil membangun dirinya menjadi partai politik paling milenial.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara delegasi CALD dengan DPP PDI Perjuangan di kantor pusatnya, di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto memimpin tim PDI Perjuangan menerima delegasi CALD bersama sejumlah politisi muda partai itu, termasuk Putra Nababan dan Hanjaya Setiawan.

Sementara delegasi CALD yang berjumlah 25 orang dipimpin oleh Sekjen CALD Khun Kiat Sittheeamon. Di antaranya ada Daniel Shum dan Ted Hui Chih-Fung, anggota Parlemen termuda dari Parlemen Hong Kong.

Menurut Hasto, pendiri bangsa sekaligus pendiri PDIP, Soekarno, sudah sejak awal membangun visi soal pentingnya anak muda sebagai kekuatan bangsa. Bung Karno menyatakan ‘seribu orang tua hanya bisa bermimpi, namun seorang anak muda bisa mengubah dunia’.

Karena itu, PDIP selalu konsisten mempersiapkan kader muda di partai, membangun anak muda Indonesia menjadi kekuatan potensial negara.

“Ketua Umum kami, Ibu Megawati, selalu konsisten mendorong orang-orang muda untuk menjadi calon pemimpin, baik dalam menjalankan tugas partai, maupun untuk negara,” kata Hasto.

Survei Tertinggi PDI Perjuangan

Dalam konteks kemasyarakatan, berbagai survei belakangan menunjukkan PDI Perjuangan adalah parpol yang paling disukai di kalangan milenial. PDIP mendapat 23,9% suara, sementara parpol yang di urutan kedua memperoleh 11,2% suara.

Lebih jauh ia menjelaskan, karakter milenial adalah inovasi dan kreativitas. Kebanyakan tak mau beraktivitas dengan gaya lama. Maka PDIP mewujudkannya lewat membangun lingkungan yang progresif revolusioner.

“Progresif revolusioner itu adalah karakter utama PDIP. Kami selalu berinovasi untuk memastikan partai kami bisa beradaptasi dengan tantangan baru,” ujar Hasto lagi.

Itu sebabnya, secara keorganisasian, PDIP bahkan diganjar sertifikasi IS0 9001. Partai Moncong Putih itu juga membangun sistem organisasi digital. Wujudnya dari penerimaan kader secara digital, psikotes digital, metode pembayaran digital, hingga membangun big data kader, simpatisan, hingga jejaring influencer.

Hal itu masih ditambah lagi dengan kekuatan kader-kader muda partai yang berhasil didudukkan menjadi pemimpin nasional maupun daerah. Sosok seperti Jokowi, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, dan lain-lain.

“Kami percaya, kepemimpinan muda yang kami bangun di partai, dan menjadi pemimpin nasional maupun daerah ini, berkontribusi banyak bagi popularitas PDIP di kalangan milenial. Anak-anak milenial ini suka gaya PDI Perjuangan yang inovatif dan kreatif,” beber Hasto.

Puji Demokrasi Indonesia

Saat sesi dialog dan tanya jawab, semua delegasi CALD yang berbicara menyampaikan pujiannya kepada demokrasi di Indonesia dan PDIP yang berhasil menjadi simbolnya.

Sekjen CALD, Khun Kiat Sittheeamon, bahkan menyampaikan pujiannya secara terbuka kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto atas kemampuan membangun PDI Perjuangan sebagai partai modern.

BACA JUGA: Golkar Sumut Rombak Pengurus, Sahlul dan Irham Digeser

“PDI Perjuangan memang partai tertua. Tapi tampaknya, bagi saya, Anda membangun partai ini untuk kaum milenial. Saya berani katakan, jika anda ingin melihat bagaimana manajemen parpol modern yang bagus, datanglah kemari, ke PDI Perjuangan,” kata Kiat. (TMN)

sumber: beritasatu.com

67 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment