You are here
Max Series Palembang Bersatu, BMC-Memo dan Max GT Peduli Sinabung Komunitas 

Max Series Palembang Bersatu, BMC-Memo dan Max GT Peduli Sinabung

topmetro.news – Dari rasa keprihatinan dan rasa persaudaraan yang tinggi terhadap sesama, beberapa komunitas motor yang ada di kota Medan dan Palembang bersepakat untuk memberikan Bantuan sosial kepada korban Sinabung. Tema Bansos  yang mereka beri nama Ikut Peduli Sinabung tersebut diusung oleh beberapa Komunitas  antara lain Max Series Palembang Bersatu, BMC-Memo dan Max GT.

Seperti yang kita ketahui Gunung Sinabung sampai saat ini masih terus mengalami erupsi, akibatnya banyak warga masyarakat yang berada disekitar kawasan tersebut tidak bisa lagi melakukan kegiatan yang biasa mereka lakukan sehari hari, seperti bercocok tanam, berkebun, berternak dan lain sebagainya.

Sejumlah tanaman milik warga disekitar gunung tersebut menjadi mati atau gagal panen, hal ini disebabkan oleh abu vulkanik yang turun ke kawasan desa Perbaji dan Sukandebi dan menerjang apa saja dibawahnya, sehingga masyarakat yang ada di kawasan tersebut harus hidup dalam keprihatinan dan kesulitan.

Atas inisiatif dari Founder yang sekaligus Dewan Pembina Memo, Ultra Perdana dan Daryono dari Max Series Palembang Bersatu serta berkoordinasi dengan ketua Max GT Bro yaitu saudara Pendi beserta jajaran pengurus BMC-Memo, Papay dan bang Yoel Haque, maka acara bansos tersebut dapat diwujudkan.

Acara dimulai pada hari minggu (1/04/2018) dengan titik kumpul dan memuat barang bansos dimulai dari rumah Founder Memo, Ultra Perdana di Jln HM Joni gg Makmur no 8 Medan sekitar jam 7.00 Wib lalu pada pukul 8.00 Wib kumpul kembali di SPBU Laucih Jln Jamin Ginting.

Sedangkan Max Series yang yang merupakan gabungan dari 6 club Nmax di Palembang tidak ikut berangkat, jadi mereka hanya memberikan uang saja yang diserahkan kepada Ultra Perdana sebagai perwakilannya untuk nantinya disalurkan kepada korban bencana gunung Sinabung di Brastagi.

Acara tersebut diikuti oleh lebih kurang 50 unit sepeda motor dari berbagai merk dan jenis, dan dibantu dua buah mobil milik Sekjen BMC berupa mobil Tropper dan mobil pick up grand max yang disewa, untuk mengangkut barang-barang Bansos untuk korban bencana gunung Sinabung.

Setelah berkumpul lalu secara bersama-sama berangkat menuju Berastagi, kemudian mereka tiba pada pukul 11.00 Wib dan berkumpul kembali di depan tugu Juang Brastagi sambil menunggu Asim Riadi dan Bondan Pulsar yang berasal dari komunitas motor yang ada di Berastagi.

Setelah Zuhur lalu mereka bergerak menuju ke desa Perbaji yang jaraknya hanya 5 km dari gunung Sinabung, lokasi ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan dan tiba dilokasi pada pukul 1.30 Wib, Sambutan hangat datang dari warga dan kepala desa Perbaji saat BMC Byson Medan Club-Memo dan beberapa club motor lainnya seperti Bajaj Berastagi, Single Fighter dan Biker Sergei tiba di lokasi. Setelah itu komunitas ini lalu menurunkan barang Bansos sambil berbincang kepada penduduk desa tersebut.

Antusias Masyarakat Terhadap gerakan Peduli Sinabung

Warga masyarakat yang ada di desa tersebut nampak terkejut dan antusias pada saat club-club motor menyambangi kampung Sukabendi. Mereka berhamburan keluar rumah untuk melihat apa yang sedang terjadi, anak-anak di desa tersebut nampak ceria saat club motor tiba dan mendekati mereka.

Untuk meghilangkan rasa bosan dan kepenatan, beberapa member dari BMC bergabung bersama anak-anak dan turut bermain bola kaki bersama mereka dilokasi tersebut.hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan keceriaan  anak-anak di desa tersebut. Kemudian pada pukul 2.30 Wib, acara pun selesai dan komunitas motor tersebut kembali lagi menuju Medan.

Ultra Perdana selaku Pembina/Founder Memo kepada wartawan topmetro di lokasi tersebut mengatakan, Bantuan sosial ini merupakan bentuk kepedulian mesti tidak satu darah namun semua saudara.

”Alhamdulillah bantuan dari Palembang Max Series Bersatu sebesar 12 juta rupiah, kemudian dari Memo, BMC dan Max GT sekitar 3 juta lebih, dari Sergei 2 juta rupiah, jadi total lebih dari 17 juta rupiah lebih, adapun uang yang 17 juta tersebut dibelikan sembako dan keperluan pengungsi,”ujarnya.

Ditempat yang sama Japet Kepala Desa Sukandebi mengatakan, terima kasih kepada club-club motor yang mau memperhatikan kesusahan warganya.

“Kami sangat mengapresiasi club-club motor yang mau bahu membahu membantu kami ini, terus terang sewaktu letusan terakhir hanya desa kami yang tidak mendapat bantuan, padahal kami juga korban. Ternyata tuhan itu tidak tidur, saya mewakili warga mengucapkan banyak-banyak terima kasih,” ujarnya.

Beberapa komentar tentang acara Bansos Peduli Sinabung

Yoel Haque selaku anggota dewan pertimbangan Memo mengatakan,”maksud dan tujuan utama kami melakukan kegiatan bansos untuk pengungsi erupsi gunung Sinabung adalah agar sebagai komunitas motor, kami juga bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, terutama yang sedang tertimpa musibah, sehingga kedepannya image anak motor yang dianggap hanya bisa kumpul-kumpul dan ugal-ugalan bisa dihapuskan dari pandangan masyarakat,”ucapnya.

Selanjutnya Yoel Haque juga mengatakan,” saya berharap apa yang dilakukan ini dapat menjadikan semangat buat komunitas lainnya agar bisa berbuat yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain sehingga club-club motor sekarang juga punya program kerja sosial, “sambungnya.

Fendy selaku ketua Max GT Medan mengatakan,” kegiatan ini sangat bagus dan positif karena hal ini menunjukan bahwa komunitas motor ini bukan hanya sekedar kumpul-kumpul saja, tapi juga peduli terhadap masyarakat yang sedang kesusahan, kedepannya saya harapkan club-club sepeda motor ini harus lebih peka dan peduli terhadap sesama dan lingkungannya, gerakan bersama untuk kebaikan bersama.” Ucapnya.

Agung selaku Bendahara di Club BMC mengatakan,”Alhamdulillah kegiataan baksos Peduli sinabung yang diadakan di Berastagi sesuai dengan harapan kita, semoga bermanfaat untuk para korban erupsi Sinabung, untuk kedepannya saya harapkan bukan hanya club saja, namun masyarakat Indonesia ikut serta menyumbangkan sedikit hartanya untuk yang lebih membutuhkan, walaupun tidak sedarah tapi kita semua umat manusia saudara. Ingat kata Bhineka Tunggal Ika berbeda-beda tetap satu.” Katanya.

Daryono selaku Ketua Umum dari 6 club Max Series Palembang Bersatu mengatakan, ”kebetulan kita dengan max owners satu wadah yang tergabung di Indonesia Max Owners (IMO), jadi melihat saudara kita yang terkena dampak erupsi gunung Sinabung, saya sebagai Ketua umum Max Series Palembang Bersatu, berkeinginan untuk menggalang dana degan harapan untuk bisa membantu saudara kita yang terkena musibah,” ucapnya.

Keinginan ini timbul supaya bisa menjadi contoh bagi bikers-bikers yang ada di Indonesia selain bisa menjadi pelopor berlalu lintas yang baik juga bisa membantu sesama saudara yang terkena musibah.

“setelah terkumpulnya dana tersebut, kita minta bantuan kepada saudara kita Ultra Perdana untuk menyalurkan dana Bansos tersebut, Alhamdulillah trip pertama disalurkan oleh Memo, trip kedua oleh Byson Medan Club.”sambungnya.

Untuk kedepannya Daryono mengatakan,”Semoga dengan kegiatan yang kita lakukan ini bisa menggugah hati saudara-saudara bikers, supaya bisa mempunyai kegiatan positif seperti Baksos tiap 2 bulan sekali ke panti asuhan sehingga bikers mempunyai sifat berbudi luhir dan tahu bedanya benar dan salah,” Pungkasnya (TM- Herryansyah)

201 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment