You are here
Penyelundup Sabu 100 Kg Dihukum Mati di Medan Kota Medan 

Penyelundup Sabu 100 Kg Dihukum Mati di Medan

Topmetro.News – Penyelundup sabu 100 Kg di Medan tertunduk lesu usai mendengar vonis hukuman mati yang dijatuhkan majelis hakim di Pengadilan Negeri Medan. Dua penyelundup sabu 100 Kg itu menjadi terdakwa yang divonis itu yakni Edy Suryadi alias Adi (40) dan Arman alias Man (31). Keduanya dinyatakan bersalah menyelundupkan sabu-sabu 100 kg dari Malaysia ke Medan.

Penyelundup Sabu 100 Kg Melanggar UU Nomor 35 Tahun 2009

Dalam amar putusannya, majelis hakim dikomandani Muhd Ali Tarigan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (11/10/2018) menjelaskan kedua terdakwa dinyatakan telah terbukti bersalah sebagaimana diatur dan diancam dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Kedua penyelundup sabu 100 Kg Edy dan Arman, menurut majelis hakim, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah.

“Menjatuhkan pidana mati terhadap terdakwa Arman alias Man dan Edy Suryadi alias Adi!” kata Ali.

Sekadar diketahui, putusan majelis hakim ini serupa dengan tuntutan jaksa.

Sebelumnya, Chandra Priono Naibaho, JPU meminta majelis hakim agar menjatuhi mereka hukuman mati.

Di persidangan itu terungkap kedua terdakwa bersama Syafi’i alias Fi’i (28) ditangkap petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri setelah menyelundupkan sabu seberat 100 Kg dari Penang, Malaysia ke Kota Medan.

Arman dan Syafi’i yang pertama kali ditangkap. Keduanya diringkus di rumah Arman di Jalan Baru Lingkungan 15 Gang Keluarga, Terjun, Medan Marelan 12 Desember 2017 silam.

Sabu Disembunyikan di Kamar Mandi

Di rumah itu, petugas menemukan 7 karung berisi sabu 100 Kg yang disembunyikan di kamar mandi.

Arman adalah pemilik kapal yang diupah Rp 10 juta untuk menjemput narkoba itu dari perairan Penang, Malaysia. Saat menjemput narkotika itu, warga Bireuen, Aceh ini ditemani Mulyadi (DPO).

Sedang Syafi’i disebut-sebut berperan membawa 7 karung sabu-sabu itu dari kapal boat di perairan Belawan ke rumah Arman.

Sabu-sabu itu diangkut dengan menggunakan becak. Namun sial, perjalanannya dari Belawan dipantau polisi. Syafi’i dilaporkan meninggal dunia di dalam tahanan.

Penangkapan Arman dan Syafi’i itu berlanjut dengan diringkusnya Edy di Jalan Gagak Hitam. Warga Teladan ini disebut-sebut pengendali penyelundupan narkotika itu bersama Jaini alias Apani yang kini masuk DPO (Daftar Pencarian Orang). (*)

164 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment