You are here
Terkait Korupsi 1MDB, Polisi Malaysia Periksa 50 Orang Internasional 

Terkait Korupsi 1MDB, Polisi Malaysia Periksa 50 Orang

topmetro.news – Kepolisian Malaysia memeriksa lebih dari 50 orang terkait skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Puluhan orang berstatus terperiksa itu diketahui menerima dana pembayaran dari rekening mantan perdana menteri Najib Razak. Jumlahnya US$ 972 juta (sekitar Rp 14,26 triliun).

Pada Kamis (13/9/2018), Wakil Kepala Polisi Malaysia Noor Rashid Ibrahim mengatakan polisi telah merekam pernyataan orang-orang yang menerima dana dari akun pribadi Najib. Di antaranya beberapa dengan afiliasi partai politik dan orang asing.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengatakan sebanyak US$ 4,5 miliar (sekitar Rp 66 triliun) telah disalahgunakan oleh pejabat tingkat tinggi Malaysia dari dana, (1MDB). Lembaga dana yang didirikan oleh Najib Razak tersebut berada di pusat pencucian uang di setidaknya enam negara. Termasuk Singapura, Swiss, dan AS.

“Kami sedang dalam proses mengambil pernyataan mereka,” kata Noor Rashid pada konferensi pers.

Noor Rashid juga mengatakan polisi mengidentifikasi 132 transaksi yang melibatkan uang ilegal, yang sebagian besar dilakukan di luar negeri. Mengenai kemungkinan penuntutan terhadap 50 orang di proses penyelidikan, Noor Rashid tidak membantah.

Najib Razak Dicekal

Namun Kantor Berita Reuters tidak dapat segera menghubungi juru bicara Najib untuk meminta komentar.

“Sebanyak 132 transaksi pencucian uang telah diidentifikasi dan penyelidikan lebih lanjut sedang dikejar,” kata polisi dalamsatu pernyataan kemudian.

Polisi menambahkan, hingga kini, pernyataan atas kasus korupsi 1MDB telah diambil dari 64 orang, termasuk Najib dan putrinya Nooryana Najwa Najib, serta lebih banyak lagi yang akan datang. Polisi akan melacak orang-orang yang terlibat, atau orang-orang yang berkepentingan, dalam skandal itu.

Najib Razak dan istrinya, Rosmah Mansor, dilarang meninggalkan Malaysia setelah satu dekade berkuasa berakhir dengan kekalahan mengejutkan pada Mei. Perdana Menteri baru, Mahathir Mohamad, langsung meluncurkan kembali penyelidikan terhadap dana bermasalah tersebut.

Noor Rashid mengatakan, total US$ 972 juta (sekitar Rp 14,26 triliun) masuk ke akun Najib. Dana itu berpindah melalui akun rekening yang terkait dengan sejumlah perusahaan, beberapa di antaranya bernama Good Star Limited, Aabar, dan Tanore.

Investigasi Malaysia dan global, termasuk daftar tuntutan yang diajukan oleh Departemen Kehakiman AS, telah mengidentifikasi perusahaan-perusahaan ini sebagai salah satu dari pihak yang digunakan untuk diduga menyedot miliaran dolar dari 1MDB.

Noor Rashid menambahkan banyak transaksi yang terjadi di luar negeri dan polisi Malaysia telah meminta bantuan lembaga asing. Skandal 1MDB merebak pada 2015 setelah media melaporkan bahwa sekitar US$ 681 juta (sekitar Rp 9,991 triliun) disetorkan ke rekening bank Najib. (TMN)

sumber: berita satu

50 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment