You are here
Cak Imin Masuk Cawapres Jokowi, Gerindra Dekati 4 Parpol Nasional 

Cak Imin Masuk Cawapres Jokowi, Gerindra Dekati 4 Parpol

topmetro.news – Ternyata, nama Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, masuk juga dalam daftar calon wakil presiden untuk pendamping Jokowi di Pilpres 2019.

Setidaknya itu nampak dari pernyataan Presiden Jokowi saat meninjau arena olahraga dayung di Jakabaring Sport City, Sabtu (14/7/2018). Menurut mantan Gubernur DKI itu, dirinya harus berbicara apa adanya, bahwa salah satu nama itu adalah Muhaimin Iskandar.

Pilihan Lima Figur

Selain itu, Presiden juga mengungkapkan, selain Muhaimin Iskandar, ada empat figur lain yang masuk dalam daftar cawapres pilihannya. Sehingga menurut Jokowi, dirinya hingga saat ini, masih terus mempertimbangkan siapa dari dari kelima figur itu untuk mendampinginya sebagai wakil presiden.

Di lain pihak, Muhaimin Iskandar kembali menyampaikan penegasan, bahwa PKB akan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019. “Saya nyatakan ‘bismillahirrahmanirrahim’ PKB mendukung pencalonan Pak Jokowi 2019. Tentu dengan harapan agar pemerintahan hari ini dan periode kedua Pak Jokowi akan benar-benar menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan Bangsa Indonesia,” kata Muhaimin.

Demikian juga soal cawapres, menurut Muhaimin, semuanya diserahkan kepada keputusan Jokowi. Juga atas kesepakatan semua partai politik yang ada dalam koalisi.

Sementara itu, Prabowo juga intens mencari cawapres untuk mendampinginya di Pilpres 2019. Disebutkan Partai Gerindra sudah melakukan pendekatan kepada empat parpol untuk melakukan koalisi. Partai itu adalah PKS, PAN, Partai Demokrat, dan PKB.

Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro menyebut, hingga saat ini masih terbuka peluang koalisi untuk mendapatkan cawapres dari PKS, PAN, Partai Demokrat, dan PKB.

Diakui Nizar Zahro, memang dibutuhkan komunikasi intens untuk mencapai keputusan akhir yang bisa diterima semua pihak. “Sebab yang dibutuhkan kader terbaik bangsa ini adalah dua saja. Satu sebagai capres dan satu cawapres,” kata dia.

Ketum Parpol Legowo

Artinya, kata Zahro, apabila ternyata koalisi lebih dari dua, berarti akan ada dua atau tiga ketua umum parpol yang harus legowo. “Maka itu, saat ini adalah proses komunikasi sehingga bisa dibangun sebuah konsensus awal yang kuat,” kata Nizar Zahro, Jumat (13/7/2018).

Menurut dia, Partai Gerindra sendiri berharap, apa pun keputusannya, hendaknya dihasilkan secara bulat, sederajat dan tidak ada yang tersakiti.

Mengenai nama, kata dia, bisa dilihat dari nama-nama yang beredar maupun yang diusulkan parpol. Dia lalu menyebutkan nama Zulkifli Hasan dari PAN, Ahmad Heryawan dari PKS, dan Agus Harimurti Yudhoyono dari Demokrat.

Selain itu ada nama Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo dari luar parpol. “Kami di Gerindra sudah memberikan hak sepenuhnya kepada Bapak Prabowo untuk menjalin komunikasi. Apa pun keputusannya, kita akan mengikuti,” tutupnya. (TM-RAJA)

53 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment