You are here
Golkar Final ke Jokowi, Poros Ketiga Mengancam Nasional 

Golkar Final ke Jokowi, Poros Ketiga Mengancam

topmetro.news – Di tengah kekuatan dua poros, yakni Kubu Jokowi dan Kubu Prabowo, kemunculan poros ketiga kembali didengungkan. Bahkan menurut Fahri Hamzah, poros ketiga punya peluang menyingkirkan Kubu Jokowi dan Kubu Prabowo.

Menurut Wakil Ketua DPR RI ini, peluang kemunculan poros ketiga di Pilpres 2019, dianggap sebagai alternatif keberadaan dua kubu saat ini, yakni Kubu Jokowi dan Kubu Prabowo.

Fahri pun mengingatkan, bahwa kekuatan kelompok kecil akan bisa menggoyahkan kelompok besar. Dia membuat contoh, apa yang terjadi antara Kubu Habibie dan Kubu Megawati, beberapa tahun lalu.

Kata dia, saat itu dianggap ada konflik besar antara Kubu Habibie dengan Kubu Megawati. Dan menurut Fahri Hamzah, situasi itu dianggap mirip dengan kondisi saat ini antara Kubu Jokowi dengan Kubu Prabowo.

Fahri membuat dugaan, bahwa poros tengah tadi bisa mengambil kesempatan dengan kerasnya persaingan antara Kubu Prabowo dan Kubu Jokowi. “Maka, kelompok tengah itu bisa menang. Itu dugaan saya,” ujar Fahri Hamzah di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Keyakinan Fahri dengan keberadaan poros ketiga, diutarakannya dengan menyebut, bahwa tanggal 9 atau 10 Agustus 2018, poros itu akan terbentuk bersamaan dengan masa akhir pendaftaran capres dan cawapres.

Dia juga mengaitkan kemunculan poros tengah dengan sikap Partai Demokrat dan PKB yang belum jelas, apakah akan bergabung ke Kubu Jokowi atau Kubu Prabowo.

Golkar Final Usung Jokowi

Sementara itu, terkait masalah cawapres, Idrus Marham minta agar para ketua umum partai politik menyerahkan sepenuhnya persoalan cawapres kepada Jokowi sendiri. Hal ini pun dikaitkan dengan isu yang menyebut, bahwa Partai Golkar akan bisa goyah dari koalisi dukungan Jokowi, terkait persoalan cawapres.

“Kalau tidak ditentukan mekanisme diserahkan kepada Pak Jokowi, itu boleh jadi antarpartai akan terjadi tarik-menarik. Akan lebih adil dan lebih baik jika diserahkan kepada Pak Jokowi,” kata Idrus di Gedung DPR RI, Jumat (13/7/2018).

Dan diharapkan, apa pun keputusan yang diambil Jokowi, tidak mengganggu soliditas partai pendukung. “Jangan ada lagi manuver-manuver,” katanya, seraya berharap, agar Jokowi tetap melakukan komunikasi dengan para ketua umum parpol pendukung, dalam penentuan cawapres.

“Agar koalisi tetap terjaga,” katanya.

Sementara mengenai sikap Partai Golkar yang sudah memutuskan untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019, juga kembali dipastikan Idrus Marham. Menurut Menteri Sosial ini, keputusan partainya mengusung Jokowi sudah final.

“Sudah final, baik secara organisatoris, politik, maupun secara sosiologis,” ujar Idrus.

Alasan bahwa keputusan itu tidak akan berubah, menurut mantan Sekjen Partai Golkar ini, karena hal itu sudah diputuskan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Selain itu juga diperkuat melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar.

“Itu sudah final dan tak akan berubah lagi,” kata Idrus.

Peluang Airlangga Hartarto

Mengenai Airlangga Hartarto, diakuinya, bahwa memang ada keinginan, agar Ketua Umum Partai Golkar itu dipilih menjadi Cawapres Jokowi. Namun, kata dia, pada akhirnya, tetap saja Jokowi yang diharapkan menentukan sendiri siapa cawapresnya. (TM-RAJA)

60 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment