You are here
Purnawirawan Ikut Pilkada, Panglima: TNI Tetap Netral Nasional 

Purnawirawan Ikut Pilkada, Panglima: TNI Tetap Netral

topmetro.news – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjamin prajurit TNI netral pada penyelenggaraan Pilkada 2018 meskipun ada sejumlah purnawirawan TNI bertarung di laga tersebut. TNI tidak akan menggadaikan profesionalitasnya hanya karena mendukung calon tertentu.

“Keikutsertaan beberapa purnawirawan tidak boleh mempengaruhi netralitas kami,” kata Hadi di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (17/4/2018).

Ia menjelaskan partisipasi para purnawirawan menunjukkan adanya penghargaan masyarakat terhadap mereka. Keterlibatan mereka juga sebagai wujud partisipasi aktif dalam politik setelah kembali ke tengah-tengah masyarakat. Namun partisipasi tersebut tidak boleh menyeret TNI ke kancah politik praktis.

“TNI adalah institusi strategis yang memiliki jangkauan sampai ke pelosok nusantara dan mendapat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat. Tugas TNI mengamankan dan menjamin suksesnya pesta demokrasi. Tidak boleh dirusak oleh sikap yang tidak netral,” ujar Hadi.

Peningkatan Suhu Politik

Menurutnya, pesta demokrasi tersebut biasanya akan diiringi dengan meningkatnya suhu politik. Lalu kerawanan akan timbul bila hal itu dibarengi dengan berbagai tindakan kontra produktif seperti kampanye hitam dan provokasi serta pengerahan massa yang anarkis.

Seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI diminta tidak boleh bersikap reaktif terhadap segala isu yang berkembang. Tetapi tetap fokus pada tugas yang diembankan oleh negara.

“Prajurit dan PNS TNI harus dapat membawa kesejukan di tengah-tengah masyarakat dengan tidak ikut meneruskan atau menyebarkan isu-isu tidak jelas yang dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Apabila masyarakat meminta konfirmasi, sampaikan penjelasan yang tidak memperkeruh suasana,” tegas Hadi.

Dia juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Kemajemukan itu telah disadari oleh para pendahulu dan pendiri bangsa, sehingga menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia.

“Kesadaran itu harus terus dipegang dan dipedomani agar Bangsa Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam ini dapat menjadi bangsa yang besar, maju, dan disegani bangsa-bangsa lain di seluruh dunia,” katanya.

“Kesadaran untuk menghormati dan menghargai perbedaan serta menjunjung tinggi kepentingan bangsa dan negara sebagai kepentingan yang lebih besar akan selalu menjadi simpul strategis pemersatu bangsa,” tutup Hadi. (TM-RED)

sumber: beritasatu.com

96 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment