You are here
Produk Unggulan Perkebunan Sumut Harus Mampu Bersaing di Pasar Global Ekonomi & Bisnis 

Produk Unggulan Perkebunan Sumut Harus Mampu Bersaing di Pasar Global

Topmetro.news – Produk unggulan perkebunan Sumut diharapkan dapat bersaing di pasar global, terutama menghadapi persaingan ekonomi global saat ini. Untuk itu perkebunan di daerah ini dituntut mengembangkan produk-produk unggulan, seperti karet dan produk turunan crude palm oil (CPO).

“Karet dan produk turunan CPO, seperti deterjen, shampo, sabun, kosmetik dan lainnya, dari Sumut diharapkan dapat bersaing di pasar global. Dan melalui seminar ini diharapkan ada masukan-masukan, yang dapat mengemas produk-produk perkebunan, agar dapat bersaing di pasar global,” kata Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Nurhajizah Marpaung SH MH ketika membuka seminar nasional “Pengembangan Agribisnis Perkebunan Dalam Menghadapi Persaingan Global” yang dilaksanakan Universitas Medan Area (UMA), Rabu (4/4/2018) di Hotel Polonia Medan.

Perkuat Usaha Agribisnis

Wagubsu mengatakan, saat ini pemerintah sedang dan akan menumbuh kembangkan, serta memperkuat usaha-usaha agribisnis melalui berbagai instrumen kebijakan yang dimiliki. “Pemerintah bukan lagi eksekutor, tetapi berperan sebagai fasilitator, regulator dan promotor pembangunan sistem dan usaha agribisnis,” ujarnya.

Pengolahan Limbah

Selain itu, kata Wagubsu, agribisnis juga menghasilkan limbah. Karenanya diminta kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara untuk memantau, mengikuti dan memperhatikan masalah limbah, termasuk limbah dari olahan perkebunan. “Saya meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup Provsu agar limbah ini dapat diolah melalui kerjasama dengan berbagai pihak. Limbah sekalipun kalau masih bisa diolah, apa salahnya, juga untuk menjaga kesehatan lingkungan,” pungkasnya.

Wagubsu juga mengapresiasi seminar yang dilaksanakan UMA. Seminar ini dapat membangkitkan semangat para anak-anak muda, khususnya jurusan pertanian.

“Atas nama Pemprovsu mengucapkan terima kasih, karena yang kurang selama ini adalah bagaimana kita bisa membangkitkan semangat anak-anak kita, khususnya jurusan pertanian agar siap pakai. Diharapkan tidak hanya sekali saja,” ujarnya.

Dihadiri Bungaran Saragih

Di situ, Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan MEng MSc dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seminar nasional ini merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-25 UMA. Seminar ini dihadiri para pembicara yang sudah pakar dalam bidang pertanian dan pekebunan, serta tokoh bidang agribisnis di Indonesia, seperti mantan Menteri Pertanian RI Bungaran Saragih.

Dikatakannya, seminar ini merupakan salah satu sarana untuk menjawab tantangan dalam menghadapi persaingan global saat ini. Apalagi seperti diketahui banyak negara yang menanamkan modalnya di bidang perkebunan di Indonesia, termasuk Sumut.

“Dengan seminar ini diharapkan memberi masukan untuk meninjau kurikulum yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), baik untuk program sarjana maupun magister agribisnis di Universitas Medan Area dan dapat melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang mengikuti seminar ini,” sebutnya.

Direktur Pasca Sarjana UMA Prof Dr Ir Retna Astuti K MS mengatakan, kegiatan seminar ini sangat baik, mengingat Sumut merupakan basis perkebunan. Sehingga dengan adanya seminar ini menjadi moment dan kesempatan bagi semua pelaku agribisnis, khususnya bidang perkebunan untuk mencari masukan dan berbagi informasi, guna pengembangan perkebunan di daerah. “Mudah-mudahan seminar ini akan bermanfaat bagi kita semua untuk mengembangkan perkebunan di Sumatera Uara,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Seminar Nasional Prof Dr Ir Yusniar Lubis MMA melaporkan kegiatan ini bertujuan mempertajam pandangan untuk pengembangan agribisnis perkebunan, khususnya dalam menghadapi persaingan global saat ini. “Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yakni 4-5 Maret 2018 di hotel Polonia Medan,” ujarnya.

Sekadar diketahui kegiatan itu turut dihadiri Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Ir Bambang, Guru Besar Institut Pertanian Bogor Prof Dr Ir Bungaran Saragih, Rektor Institut Pertanian Stiper Yogyakarta Dr Purwadi, Dirut Pusat Penelitian Kelapa Sawit Dr Ir Hasril Hasan Siregar, Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim Drs M Erwin Siregar MBA, Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara-PT RPN Dr Ir Gede Wibawa, Ketua Dewan Pembina Musperin Soedjai Kartasasmita, Ketua Panitia Prof Dr Ir Yusniar Lubis MMA, para narasumber dan para civitas akademika Pasca Sarjana Magister Agribisnis UMA. (erris)

123 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment