You are here
Ramadhan di Kota Medan, Hiburan Malam Tutup! Kota Medan 

Ramadhan di Kota Medan, Hiburan Malam Tutup!

Topmetro.news – Hiburan malam tutup di Kota Medan. Hal itu menghormati perayaan hari besar keagamaan, selama bulan suci Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha dan Natal. Diharapkan agar usaha hiburan dan rekreasi seperti diskotik, klub malam, gelanggang permainan ketangkasan (kecuali pusat permainan anak-anak/taman rekreasi keluarga) karaoke (umum dan keluarga), musik hidup (live musik) bar/rumah minum, pub, spa dan panti pijat menaati peraturan ini.

Apalagi hal itu sudah tegas diatur berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 04 tahun 2014 tentang kepariwisataan Jo Peraturan Walikota Medan (Perwal) Nomor 29 tahun 2014 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata pasal 58 ayat (1).

Imbauan Dewi Nasution ini disampaikan kepada wartawan di ruangan kerjanya, Rabu (16/5/2018) siang.

“Berdasarkan Perda Kota Medan nomor 04 tahun 2014 dan sehubungan surat edaran bapak Walikota Medan serta menyesuaikan dengan jadwal jelang Ramadhan 1439 h, maka diminta kepada saudara, pimpinan/penanggung jawab usaha penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi Kota Medan wajib untuk melaksanakan penutupan sementara,” ujar Kasi Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Kota Medan itu.

Hiburan Malam Tutup, Wajib Patuh!

Untuk bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, lanjut Dewi, jenis usaha hiburan malam (diskotik, klub malam, pub, live music) karaoke (umum dan keluarga), bar/rumah minum, pub, spa, mandi uap, oukup dan panti pijat wajib tidak menyelenggarakan kegiatan usaha sejak 16 Mei 2018 s/d 16 Juni 2018 (satu hari sebelum memasuki bulan Ramadhan hingga 2 Syawal 1439 sesuai pengumuman resmi pemerintah).

“Selain itu, jenis usaha rumah biliard dan arena permainan ketangkasan (kecuali arena permainan untuk anak-anak dan keluarga) dapat melakukan kegiatan usaha dari pukul 10:00 s/d 17:00 Wib,” tuturnya.

“Jenis usaha restauran, rumah makan, kafe dan pusat makanan (food court) wajib tidak menyelenggarakan musik hidup dan tidak dibenarkan memajangkan makanan serta minuman secara terbuka pada siang hari hingga waktu berbuka puasa,” tegasnya.

Dewi Nasution mengharapkan agar seluruh pimpinan atau penanggung jawab usaha yang diberikan larangan untuk tidak menyelenggarakan usahanya dapat menjalankan aturan. Jika tidak menaati aturan, maka akan ada sangsi yang akan diterima.

“Surat edaran ini sudah disampaikan kepada seluruh tempat usaha yang dilakukan pelarangan beroperasi sementara. Jika pimpinan maupun penanggung jawab usaha tidak mengindahkan surat edaran ini, maka akan diberikan sanksi administratif sesuai ketentuan,” ujarnya.

Bukan untuk Hotel Berbintang?

Dewi Nasution menambahkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Walikota Medan tidak berlaku bagi pengusaha atau managemen hotel berbintang. Selama pengusaha hotel berbintang mendapat restu (persetujuan) dari Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan.

“Penutupan sementara penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi yang dimaksud pada ayat (1) dapat dikecualikan pada kegiatan usaha hiburan dan rekreasi yang merupakan fasilitas hotel berbintang tiga, empat dan lima dengan ketentuan memgajukan permohonan untuk menyelenggarakan kegiatan selama perayaan hari besar keagamaan tersebut setelah mendapat persetujuan dari Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan. Jika tidak mendapatkan persetujuan tetapi melakukan kegiatan penyelenggaraan, maka itu dianggap ilegal dan akan ada sanksinya,” ungkapnya.(mr)

109 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment