You are here
Rebutan Lahan 32 Hektar, Oknum Mengatasnamakan Alwashliyah Pengaruhi Warga Peristiwa 

Rebutan Lahan 32 Hektar, Oknum Mengatasnamakan Alwashliyah Pengaruhi Warga

topmetro.news – Suhardi salah seorang pengacara terdakwa Tamin Sukardi katakan ada oknum yang mengatasnamakan Alwashliyah yang mempengaruhi warga untuk mendapatkan lahan 32 hektar yang sudah dieksekusi Pengadilan tahun 2010 lalu, pada Minggu (1/6/2018) kemarin.

Sebelumnya Suhardi juga menjelaskan bahwa saksi-saksi yang dihadirkan yakni ahli waris penggarap tanah eks HGU PTPN II yang berjuang bersama Tasman Aminoto. Bahkan hasil perjuangan mereka tanah seluas 74 dari 106 tersebut sudah dieksekusi pengadilan tahun 2010.

Tapi belakangan muncul gugatan dari PB Alwashliyah yang mengklaim tanah seluas 32 dari 106 tanah hektar tersebut milik mereka setelah ganti rugi dari warga pemilik Surat Keterangan Pembagian Tanah dan Sawah Ladang (SKPTSL) yang diterbitkan tahun 1952.

“Warga yang sudah berjuang dengan Tasman Aminoto dipengaruhi agar mendukung perjuangan Alwashliyah. Tapi belakangan diketahui ada oknum yang mengatasnamakan Alwashliyah untuk mendapatkan tanah seluas 32 hektar tersebut. Ternyata dana ganti rugi tanah Rp8 miliar itu kepada warga milik PT Asia Citra Rona Lestari (ACRL),” ujarnya.

Sebelumnya persidangan yang dipimpin Majelis Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo, pada Kamis (26/6/2018) lalu itu mendengarkan keterangan dari keenam saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum(JPU) dari Kejaksaan Agung dan Kejari Deliserdang itu Lisa, Mina, Amin, Lahmuddin, Abror dan Abdul Rahim, semuanya warga Desa Helvetia.

Dalam kesaksian, Abdul Rahim mengakui pernah diperiksa penyidik Kejakgung soal sengketa tanah dan tidak tau siapa pelakunya. Dalam Berita Acara Pemeriksaan( BAP) disebutkan, saksi mengenal terdakwa Tamin Sukardi. Padahal kenyataannya, saksi tidak mengenalnya.

“Saya heran, kenapa penyidik membuat redaksi seperti itu pak hakim,” ujar Abdul Rahim.

Abdul Rahim mengakui pernah menyerahkan foto kopi KTP kepada Tasman Aminoto selaku Ketua Penggarap untuk mendapatkan tanah seluas 2 hektar. Setelah perjuangan hampir tuntas, saksi tidak mendapatkan tanah tersebut. Tapi saksi diberikan uang Rp 12 juta dari Tasman.

Lahmuddin dan Abror dalam kesaksiannya juga menyerahkan KTP untuk mendapatkan tanah 2 hektar eks HGU PTPN II. Namun keduanya tidak mendapatkan tanah yang dijanjikan hanya mendapatkan uang Rp 7 juta secara bertahap dari Sudarsono.

Belakangan muncul gugatan Alwashliyah terhadap masalah tanah seluas 106 hektar eks HGU PTPN II tersebut, Lahmuddin, Abror dan Abdul Rahim memberi kuasa kepada Fachruddin untuk menghadapi gugatan tersebut.

Saksi

Semula ketiga saksi itu sempat dipengaruhi Ahwasliyah untuk membuat pernyataan kontroversial dan mencabut surat kuasa dari pengacaranya Fachruddin. Tapi belakangan saksi Abdul Rahim berbalik mendukung perjuangan Tasman Aminoto untuk mendapatkan tanah.

Sedangkan saksi Lina, Mina dan Amin tidak mengetahui perkara yang menjerat terdakwa, karena sama sekali tidak mengenalnya. Bahkan saksi-saksi ditanya hakim, menjawab tidak tau.(TM/10)

126 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment