You are here
Maruarar Sirait: Cawapres Jokowi Punya Jejak Rekam Jelas Nasional 

Maruarar Sirait: Cawapres Jokowi Punya Jejak Rekam Jelas

topmetro.news – Siapa Cawapres Jokowi, menjadi pertanyaan yang selalu muncul. Apalagi menjelang akhir Bulan Juli atau awal Bulan Agustus 2018 ini, yang disebutkan sebagai waktu penetapan calon pendamping Jokowi di Pilpres 2019.

Sejumlah nama selalu muncul silih berganti. Mahfud MD, Airlangga Hartarto, bahkan hingga nama Prabowo Subianto, sempat tersebut. Terakhir nama Tuan Guru Bajang (TGB) juga menjadi ‘hangat’ diperbincangkan.

Menanggapi hal ini, Maruarar Sirait menyebut, bahwa Cawapres Jokowi adalah figur dengan rekam jejak jelas. Bukan karbitan, artinya, bukanlah figur yang tidak memiliki jejak rekam baik, atau tidak memiliki prestasi, lalu tiba-tiba terpilih.

Jokowi Jadi Role Model

Apalagi, kata politisi PDI Perjuangan ini, mereka punya parameter jelas dan sudah ada ukuran-ukurannya, setiap mencalonkan atau mengusung figur.

Ara pun mencontohkan Jokowi yang punya rekam jelas, terutama dalam pengalamanan memimpin. “Mas Joko Widodo itu kan pernah menjabat sebagai walikota, terus Gubernur DKI Jakarta. Dan sekarang Presiden Republik Indonesia,” kata Maruarar Sirait, Kamis (12/7/2018).

Menurut putra politisi nasional Sabam Sirait ini, hal itu bisa menjadi ‘role model’ kepemimpinan Indonesia ke depannya. Kata Maruarar pemimpin itu harus berposes. “Jangan jadi pemimpin karbitan yang tidak punya proses,” jelas Ara.

Sehingga, dengan parameter dan ukuran-ukuran yang jelas tadi, lanjutnya, maka nama cawapres pendamping Jokowi tidak memunculkan kejutan. Dan ditegaskan Ara, bahwa siapa pun nanti nama yang muncul, memang tidak boleh mengejutkan.

“Karena Joko Widodo melihat jejak rekam, prestasi dari sosok yang akan diambil sebagai cawapresnya. Tidak ada yang mengejutkan, karena jejak rekam dan prestasinya sudah jelas. Tidak membeli kucing dalam karung,” urainya.

Politik Identitas dan SARA

Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) itu pun menyinggung soal kemampuan calon pendamping Jokowi menambah suara. Selain itu juga, yang bisa mengatasi masalah yang sekarang ini muncul. Selain itu, harus saling percaya, saling mendukung, dan bisa bekerjasama.

“Kita tahu problemnya, politik identitas, SARA yang mewarnai politik Indonesia. Jadi cawapresnya sosok yang betul-betul mengatasi itu,” ujarnya.

Diluar itu, figur Cawapres Jokowi juga harus paham soal hukum dan bisa mengatasi masalah ekonomi. “Tidak kalah pentingnya, cawapresnya harus bisa saling bersinergi dan kerjasama,” tendas Maruarar Sirait.

Ara juga menyampaikan, pembicaraan mengenai Cawapres Jokowi sudah di level Megawati Soekarnoputri dan tidak ada urgensinya buru-buru mengumumkannya. Apalagi yang terpenting saat ini, kata dia, adalah menjaga keutuhan koalisi partai pendukung.

“Nanti juga diumumkan menjelang tanggal 9 atau 10 Agustus,” katanya.

Kemunculan Nama Dinamika Politik

Mengenai kemunculan sejumlah nama, kata Ara, itu biasa dalam dinamika berpolitik dan memang masing-masing punya kelebihan. Dan dikatakannya, sebagai capres, Jokowi tetap mampu menjaga hubungannya dengan partai-partai pendukung dan relawan.

Jokowi dikatakannya, juga selalu mendengarkan tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat.

Sebagaimana diberitakan, Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate mengatakan dalam waktu dekat, Jokowi akan mengumumkan cawapresnya, yang katanya akan membuat gempar.

Dalam Pilpres 2019, Jokowi sudah mendapat dukungan dari Partai Golkar, Partai Hanura, Partai NasDem, PPP, PDI Perjuangan, dan PSI. Selain itu, meski belum menyatakan sikap, PKB juga disebut-sebut, lebih cenderung ‘merapat’ ke Jokowi. (TM-RAJA)

87 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment