You are here
HKBP Distrik Samosir Rencanakan Acara Penguburan di Danau Toba Daerah 

HKBP Distrik Samosir Rencanakan Acara Penguburan di Danau Toba

topmetro.news – HKBP Distrik Samosir merencanakan acara penguburan korban KM Sinar Bangun, besok, Hari Selasa, 3 Juli 2018. Sebagaimana disebutkan dalam edaran dikeluarkan HKBP Distrik Samosir, acara akan digelar di Danau Toba.

Dalam edaran ditandatangani Praeses HKBP Distrik Samosir Samosir Pdt MT Pandiangan itu disebutkan, agar seluruh keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba (Simanindo-Tigaras), terkhusus kepada jemaat HKBP, bisa mengikutinya.

Disebutkan, bahwa edaran itu dikeluarkan, menyusul adanya keputusan untuk menghentikan pencarian korban. “Keputusan rapat Basarnas dengan pemerintah, pencarian korban dihentikan, oleh karena keterbatasan tenaga dan kemampuan Basarnas. Diberi kesempatan untuk melakukan acara tabur bunga dengan fasilitas ferry dari pemerintah,” sebut edaran itu.

“Sehubungan dengan ini, HKBP Distrik Samosir sedang berkoodinasi agar bisa mengadakan acara penguburan di Danau Toba pada Hari Selasa, 3 Juli 2018 pukul 08.00 WIB,” sambung edaran dimaksud. Ada juga permintaan, agar acara itu juga difasilitasi oleh pemerintah.

“Tapi andai tak bisa bersama-sama melaksanakannya, agar ada pemberitahuan dari keluarga korban. Agar HKBP Distrik Samosir bisa melakukannya untuk jemaat HKBP yang dari Distrik Samosir,” tutup edaran itu.

Pertimbangkan Banyak Aspek

Sementara Bupati Samosir Rapidin Simbolon menyampaikan, bahwa penghentian pencarian itu sudah dengan pertimbangan matang. “Saya pikir bahwa pemerintah kita telah mempertimbangkan banyak aspek. Sehingga disepakatilah bersama wakil-wakil keluraga korban untuk menghentikan pencarian, dan seterusnya,” katanya.

Rapidin juga menyinggung soal perbedaan pendapat seputar penghentian tersebut. “Kalau ada pendapat lain/berbeda dari pihak-pihak tertentu, termasuk dari Boru Sarumpaet itu (Ratna Sarumpaet-red) wajar saja. Namun lebih baik kita percayakan kepada pemerintah yang sah,” sebutnya.

“Semoga para keluarga korban bisa tabah dan ikhlas atas keadaan seperti ini. Dan semoga menjadi pembelajaran yang berharga bagi pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk membenahi sarana dan prasarana transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau di KDT ke depan,” tutup Rapidin.

Sebagaimana diketahui, setelah melalui Rapat Koordinasi Kelanjutan Proses Pencarian dan Penyelamatan Korban KM Sinar Bangun, pencarian akhirnya dihentikan. Rapat bersama antara Pemkab Samosir, Basarnas, TNI, polisi, tokoh masyarakat, dan keluarga korban KM Sinar Bangun itu dilakukan di Posko Dapur Umum di Pelabuhan Simanindo, Minggu (1/7/2018).

Bupati Samosir Rapidin Simbolon membuka rapat itu dan dilanjutkan penjelasan dari Agus Haryono (Kasubdit di Basarnas), bahwa Tim Basarnas sudah berupaya dengan berbagai cara. Mulai dari melibatkan penyelam, helikopter, alat sonar, dan robot ROV.

Faktor Kedalaman Danau

Disebutkan, robot yang diturunkan sudah mendapatkan titik koordinat dan bahkan foto-foto korban dan kendaraan yang dibawa kapal sudah didapat. ROV tersebut sempat nyangkut di dasar danau terlilit tali karena alat tersebut dikendalikan jarak jauh.

“Tali pengontrolnya putus dan Basarnas sempat pasrah. Tetapi karena alat tersebut memiliki pelampung alatnya naik sendiri kepermukaan,” terangnya.

Katanya, dengan penemuan kapal di kedalaman 450 meter dan arus air yang begitu kencang, sangat sulit untuk menarik kapal dan mengevakuasi para korban. “Untuk melakukan penyelaman menyangkutkan alat penarik sangat mustahil dilakukan. Kemampuan penyelam biasanya kedalaman sampai 30 hingga 40 meter,” imbuhnya. (TM-RAJA)

1007 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment