You are here
Sempat Beralasan Sakit, Kadis Perhubungan Samosir Akhirnya Diperiksa Poldasu Kota Medan 

Sempat Beralasan Sakit, Kadis Perhubungan Samosir Akhirnya Diperiksa Poldasu

Topmetro.News – Kadis Perhubungan Samosir, Nurdin Siahaan diperiksa Poldasu. Pemeriksaan Kadis Perhubungan Samosir itu terkait tragedi KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba Senin (18/6/2018) silam. Sebelumnya pejabat Pemkab Samosir itu dilaporkan sempat mangkir dari panggilan penyidik dengan alasan sakit.

Kadis Perhubungan Samosir diperiksa intensif Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumatera Utara sebagai tersangka dan dianggap bertanggungjawab terhadap peristiwa tenggelamnya kapal yang mengakibatkan ratusan nyawa hilang tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut, Tatan Dirsan Atmaja membenarkan pemeriksaan Kadis Perhubungan Samosir itu. “Iya lagi diperiksa, tadi yang bersangkutan datang,” kata Tatan, Kamis (12/7/2018).

Pemeriksaan Perdana Kadis Perhubungan Samosir

Menurut Tatan, pemeriksaan Nurdin Siahaan di Polda Sumut ini merupakan pemeriksaan perdana untuk memenuhi panggilan kedua yang dilayangkan penyidik.

Sebelumnya, kata Tatan, pada panggilan pertama sesuai jadwal pemeriksaan Senin (9/7/2018) lalu, dirinya tidak datang. Lewat pengacaranya, urai Tatan, Nurdin Siahaan menyampaikan surat keterangan sakit kepada penyidik untuk meminta mundur jadwal pemeriksaannya.

Dalam panggilan kedua ini, sambung Tatan lagi, Nurdin Siahaan datang untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam peristiwa KM Sinar Bangun.

Sebagaimana diberitakan Topmetro.News sebelumnya, Polda Sumut sudah menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun ini‎.

Baca Juga:  Poldasu Tetapkan Kadishub Samosir Sebagai Tersangka

Kelima tersangka mulai dari Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahaan, nakhoda sekaligus pemilik KM Sinar Bangun, Poltak Soritua Sagala. Selanjutnya Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Golpa F. Putra, Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir, Rihad Sitanggang dan anggota Pos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang.

Dari kelima tersangka itu, empat diantaranya sudah lebih dulu ditahan. Bahkan berkas perkara mereka sedang diteliti Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar yang dijerat dalam pasal 302 dan/atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo Pasal 359 KUH Pidana.(*)

172 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment