You are here
Seorang Bandar Sabu Kritis Ditembak BNN, Tiga Pelaku Terancam Hukuman Mati Peristiwa 

Seorang Bandar Sabu Kritis Ditembak BNN, Tiga Pelaku Terancam Hukuman Mati

Topmetro.news – Seorang bandar sabu kritis ‘dipelor’ Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat. Sementara tiga pelaku lainnya terancam hukuman mati. Kasus peredaran narkoba itu terungkap menyusul penangkapan terhadap bandar narkotika jenis sabu antar negara. Dalam penangkapan itu, petugas menembak mati salah seorang yang diduga bandar besar asal Provinsi Riau. Tersangka yang tewas bernama Ambri Harahap (36) warga Jalan Cimpedak, Desa Rimba Sekampung, Kota Dumai.

Pengungkapan sindikat narkoba jaringan internasional ini, berawal BNN pusat melakukan penangkapan di kawasan Jalan Medan-Binjai, Senin (19/3/2018) malam. BNN Pusat mendapat informasi ada transaksi narkoba jenis sabu-sabu asal Malaysia di sebuah SPBU di Jalan Binjai. Petugas BNN yang mengendus adanya transaksi itu langsung ke lokasi.

Sekitar pukul 23.30 WIB, petugas memergoki Honda Civic berjalan beriringan dengan sebuah mobil pick up BL 3465 LS, yang bermuatan kelapa. Petugas yang curiga langsung menghentikannya. Saat hendak dihentikan, Honda Civic itu langsung melarikan diri.

Sabu Ditemukan dalam Karung Kelapa

Petugas berhasil mengamankan mobil pick up. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sabu-sabu di dalam karung yang diselundupkan di bawah tumpukan kelapa. Barang buktinya sebanyak 20 Kg. “Narkoba berasal dari Malaysia dan diselundupkan melalui Aceh, selanjutnya dibawa ke Medan disimpan dalam tumpukan kelapa,” kata Irjen Pol Arman Depari.

Penangkapan pertama petugas mengamankan dua orang yakni Bakhtiar Jamil (44) sebagai sopir dan Khalidin (28). Keduanya tercatat sebagai penduduk Aceh Timur.

Kemudian petugas melakukan pengembangan hasil tangkapan dua tersangka asal Aceh Timur itu. Petugas pun langsung mendapat info dan Selasa (20/3/2018) pagi di Jalan Tritura, Kecamatan Medan Amplas (sebelumnya diberitakan di Medan Johor), tepatnya di depan sekolah Prime One School.

Petugas BNN Pusat melihat tersangka Ambri Harahap di atas becak betor yang dibawa Omri Lubis (28). Ambri Harahap, saat itu sedang memindahkan sebuah koper ke mobil Toyota Fortuner berwarna putih BM 1377 RE. Ketika hendak ditangkap, Ambri sempat melawan. Petugas langsung menembak di bagian punggung tersangka. Ambri Harahap sempat menggelapar. Ambri pun langsung dilarikan ke RS Bayangkhara Jalan Wahid Hasyim dalam keadaan kritis untuk mendapat perawatan.

Pengantar Pesanan Sabu

Info yang didapat, Ambri Harahap merupakan seorang kurir yang hanya mengantarkan pesanan sabu-sabu dari Provinsi Riau menuju Kota Medan.

“Ambri dan Iwan disergap saat berupaya memindahkan narkoba dari mobil Toyota Fortuner warna silver dengan nomor polisi BM 1377 RE ke becak bermotor (betor),” kata Arman.

Belakangan diketahui Ambri berperan sebagai pengendali. Dia juga diduga termasuk sindikat yang memasukkan narkoba ke Indonesia melalui Malaysia. Sedangkan Omri penarik becak motor yang disangkakan terlibat sebagai kurir yang mengantar kepada penadah.

Buronan BNN

Irjen Pol Arman Depari mengatakan, Ambri merupakan buronan yang sudah lama diintai BNN. Dia sudah dua kali mengedarkan narkoba jenis sabu. Pertama kali dia berhasil mengedarkan sabu 85 Kg. Dalam operasi kedua, 15 Kg juga berhasil dia edarkan. “Yang ketiga ini berhasil kita ringkus, dia itu buronan,” jelas mantan Kapolda Kepulauan Riau ini.

Dari dua penangkapan itu, BNN menyita barang bukti 30 Kg sabu-sabu, 2 unit mobil, handphone dan sejumlah barang lainnya. (TM-08)

352 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment