You are here
Siswi Lahirkan Bayi di Sekolah, Tapi Dibunuh dengan Gunting, Sadis..!!! Daerah 

Siswi Lahirkan Bayi di Sekolah, Tapi Dibunuh dengan Gunting, Sadis..!!!

Topmetro.News – Siswi lahirkan bayi. Kejadian menggegerkan ini dilakoni seorang siswi kelas 2 SMU. Dia melahirkan seorang bayi di toilet sekolah itu. Tak pelak lagi, siswi lahirkan bayi itu sempat dilaporkan kejang-kejang ketika melahirkan, Sabtu (18/8/2018) sesaat sebelum dilarikan ke rumah sakit. Belakangan diketahui untuk menutupi malu, siswi ini membunuh bayinya dengan cara menikam lehernya dengan gunting.

Peristiwa ini dialami seorang siswi berinisial SK (16) di salah satu sekolah di Kecamatan Sulang, Rembang. Dia terpaksa melahirkan di toilet sekolah itu. Bayi yang dilahirkan memang sempat hidup namun dibunuh oleh siswi itu sendiri, diduga lantaran malu. Kini siswi lahirkan bayi dimaksud masih dirawat intensif di rumahsakit Soetrasno, Rembang-Jawa Tengah.

Siswi Lahirkan Bayi, Modus Sedang Sakit Mag

Awalnya siswi SK mengaku perutnya terasa sakit. Mual mirip penyakit mag. Hal itu sebagaimana sering diakui ke beberapa temannya. Dengan modus sakit mag siswi SK saat itu meminta dua rekannya untuk mengantar ke unit kesehatan sekolah (UKS). SK saat itu meminta obat mag.

Setelah memberi obat mag yang diambil dari kotak obat UKS. SK menelan sebutir. Setelah itu kedua rekannya tadi kembali ke kelas. Kondisi ini dimanfaatkannya untuk pergi ke toilet khusus siswa yang tak jauh dari ruang kelasnya.

Rupanya dua orang temannya sempat melihat dan mengikutinya ke kamar mandi. Di situ siswi SK dan dua rekannya saling bertanya tentang kondisi yang dialami SK. Ketika ditanya soal cairan putih di roknya, SK menjawab sedang menstruasi.

SK selanjutnya meminta mereka untuk membelikan pembalut di koperasi sekolah. Salah satu temannya ke koperasi sedang seorang lainnya masih menunggu di luar toilet.

SK lalu meminta gunting, tas dan kantong plastik kepada rekannya yang tinggal sendirian di depan pintu kamar mandi tertutup itu.

Lama tak keluar dari kamar mandi, beberapa temannya mulai curiga.

Mereka selanjutnya melaporkan kejadian itu ke salah seorang guru di situ.

Oleh guru itulah, SK dibujuk agar mau membuka pintu kamar mandi. Pintu akhirnya dibukakan SK. Baju yang dipakai SK basah. Banyak ditemukan bekas darah. Guru itu memanggil rekan guru lainnya untuk mengantarkan SK ke Puskesmas Sulang.

Saat itu SK menggenggam erat tas punggung miliknya. Gurunya sempat meminta agar SK membuka tas itu. Namun SK menolak, enggan membukanya.

Simpan Orok dalam Tas Gendong

Tiba di Puskesmas Sulang, siswi dari Kecamatan Sulang itu dirawat intensif. Saat itulah, gurunya sempat membuka tas yang dibawa SK.

Kaget bukan kepalang, begitulah perasaan guru ini. Bagaimana tidak, ada seorang bayi laki-laki di dalam tasnya. Terbungkus plastik hitam. Selanjutnya bayi itu diserahkan ke petugas medis di puskesmas untuk dicek kondisinya.

Sayang, ternyata bayi dimaksud sudah tak bernyawa. Ada bekas luka di tubuh mungil itu. Ya, bekas tusukan di lehernya. Kepala bayi memar. Di punggung juga ada luka sayatan.

Bernafas 3 Menit Lalu Dihabisi

Untuk diotopsi tim laboratorium forensik Polda Jateng Sabtu (18/8/2018) malam. Diketahui sejumlah fakta baru dari hasil otopsi itu.

Menurut dokter forensik, bayi malang itu sempat bernapas sekitar tiga menit. Kemudian, SK diduga membekap mulut bayi dan menghabisinya dengan gunting.

Dugaan itu menguat karena ada luka robek di mulut dalam. Selain itu ditemukan luka tusukan di leher kiri diduga ditusuk gunting sebanyak dua kali hingga mengenai saraf halus.

Luka tusukan juga ditemukan di sebelah kiri hidung dan paha kanan. Kemudian, dahi kiri dan punggung bagian bawah juga lebam.

Menurut AKBP Pungky Bhuana Santoso, Kapolres Rembang lewat Kasat Reskrimnya AKP Kurniawan Daeli, pihaknya masih mendalami kasus ini. Siswi SK hingga berita ini diposting, belum bisa dimintai keterangan lantaran kondisinya yang belum memungkinkan. ”Kondisi si ibu (siswi SK) belum pulih. Jadi, kami belum bisa meminta keterangan darinya. Sabar ya!” pinta polisi.

Seperti diberitakan Topmetro.News, beberapa waktu lalu di Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, seorang siswi tega membuang bayinya di semak-semak sesaat setelah dilahirkan. Bayi malang itu dibuang di semak-semak untuk menghilangkan rasa malu. Polisi yang mengendus peristiwa ini berhasil menangkap pelaku. Kuat dugaan, bayi yang dibuang itu merupakan bayi hasil hubungan biologis. Namun lantaran masih dibawah umur, pelaku membuangnya di semak-semak.(*)

477 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment