You are here
Siswi SMA Nekat Jual Diri Demi HP Canggih Life style 

Siswi SMA Nekat Jual Diri Demi HP Canggih

TOPMETRO.NEWS – Gara-gara ingin tampil gaya, beberapa siswi salah satu SMA di Pamijahan Kabupaten Bogor, Jawa Barat diduga nekar menjual dirinya.

Uang dari hasil diboking pria berkantong tebal ini, lalu digunakan untuk membeli HP model terbaru dan pakaian serta pewangi badan.

Gaya hidup hedonis, dengan menjual tubuh yang berlangsung di kalangan siswi SMA ini, disesalkan aktifis perempuan Kabupaten Bogor, Ida Royani (foto).

Bagi Ida, ini pertanda ada yang salah, dalam pola kehidupan serta dunia pendidikan itu sendiri.

Dari informasi yang dia dapat, untuk mendapatkan layanan jasa ayam abu-abu ini, tidak terlalu sulit.

Wanita muda dengan seragam putih-abu abu ini, penampilan serta aroma badannya dan alat komunikasi yang dipegang, sangat berbeda dengan siswi lainnya. Meski pun tentu kata Ida tidak semua yang memiliki HP canggih melakukan perbuatan negatif ini.

Bahkan jika bertemu dan terjadi kesepakatan, bisa langsung cek in di vila yang bertebaran di Bogor. Atau bisa keluar dari Pamijahan, sesuai permintaan laki-laki yang memboking.

”Rata-rata, demi privasi, laki-lakinya minta ke hotel,” kata salah satu sumber yang tak mau di publikasi namanya.

Untuk mendapatkan jasa kupu-kupu berseragam ini, biasanya lelaki hidung belang, membuat janji terlebih dulu melalui komunikasi whatsApp.

Seperti Ml (38), satu pria pengguna jasa pelajar bokingan mengatakan, tarif sekali kencan dengan ayam berseragam abu-abu ini, bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp750 ribu.

“Hotel saya yang bayar. Saya juga beliin minuman segar dan rokoknya,”kata Ml sambil menunjukan salah satu siswi berseragam yang baru saja ia boking.

Siswi-siswi yang berprofesi demikian, diakui masih berusia 16 tahun. Bahkan Ml, pria berkantong tebal ini mengaku, ada satu pelanggannya yang sudah berhubungan dengannya, sejak masuk SMA kelas 1.

“Kalau mau, saya tinggal jemput. Kami sudah lama kenal dan sering berhubungan,”paparnya.

Biar kedok mereka tidak diketahui orangtua yang kebanyakan dari kalangan ekonomi lemah, siswi ini kerap mengaku, kerja paruh waktu di cafe, jika ada teman mereka menanyakan barang yang mereka miliki.(tmn)

763 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment