You are here
Ssst..!!! Kapolsek Delitua Aniaya Petugas Piket Polrestabes Medan? Kota Medan 

Ssst..!!! Kapolsek Delitua Aniaya Petugas Piket Polrestabes Medan?

Topmetro.News – Diduga Kapolsek Delitua aniaya petugas piket Polrestabes Medan Bripda AP. Peristiwa penganiayaan yang dilakoni Kapolsek Delitua Kompol Bernard L Malau itu disebut-sebut terjadi Jumat (6/7/2018). Pemicunya, lantaran petugas piket Polrestabes Medan tidak membuka portal saat perwira itu memasuki halaman Mapolrestabes Medan.

Informasi yang berkembang, saat kejadian personel Sat Sabhara Polrestabes Medan dimaksud sedang menjaga pintu gerbang. Sejauh ini, Polrestabes Medan memang sedang memperketat penjagaan pascarentetan tragedi bom beberapa waktu lalu.

Setiap orang yang masuk harus diperiksa. Nah, saat kejadian, personel Polrestabes Medan juga sedang menggelar apel.

Ketika itu Avanza Silver BB 813 F masuk ke arah gerbang. Ternyata mobil itu dikemudikan Kompol Bernard L Malau. Inilah pemicunya, perwira itu tidak membuka kaca mobil sebagaimana yang sudah ditetapkan sebagai Standar Operasional Prosedur (SOP). Tak pelak lagi, petugas piket itu tentu saja tak membuka portal untuknya.

Mungkin merasa dihalangi, Bernard L Malau lantas turun dari mobil. Selanjutnya dia mendatangi Bripda AP dan membawanya ke gedung Reskrim.

Kapolsek Bernard L Malau dikabarkan langsung menganiaya dan mencekik leher Bripda AP. Sadar yang dihadapi seorang perwira, saat itu Bripda AP tidak melawan.

Usai kejadian itu Bernard L Malau meninggalkan Bripda AP dan masuk ke gedung utama Polrestabes Medan.

Bukan Penganiayaan, Cuma Pegang Mulutnya

Sementara itu, Bernard L Malau tidak membantah ada kejadian itu. Namun dia tegas membantah bahwa peristiwa itu dikategorikan sebagai kasus penganiayaan.

“Kalau saya bilang gak ada itu munafik. Kalau dikatakan penganiayaan, bukan! Kesalahan saya hanya karena memang pegang mulutnya (red, Bripda AP),” ujar Kapolsek Bernard L Malau.

Ikhwal peristiwa itu, Bernard L Malau juga beralasan sendiri. Dirinya enggan menurunkan kaca mobilnya lantaran sedang rusak.

“Bukan karena sombong saya tidak turunkan kaca. Tapi karena sedang rusak. Kkalau saya turunkan, maka susah naiknya lagi, apalagi ini kan (sedang) musim hujan. Lagian pintu saya buka,” terangnya.

Tidak lama dari kejadian itu Bernard pun langsung meminta maaf. Sayangnya permintaan maaf itu tidak langsung ke Bripda AP, melainkan via pimpinan Bripda AP di Sat Sabhara.

“Ya kalau dikatakan bermasalah saya tidak tahu, tapi saya sudah minta maaf ke Kasatnya. Saya bilang, Bang saya minta maaf. Gak usahlah dibesarkan lagi,” ucapnya.

Tidak Dilapor ke Propam, Sudah Berdamai

Sementara Kompol M Arifin, Kasi Propam Polrestabes Medan sebagaimana disiarkan JawaPos mengaku sudah mengetahui peristiwa Kapolsek Delitua aniaya petugas piket Polrestabes Medan itu. Namun, menurut dia, kasus ini tidak dilaporkan ke Propam.  ”Sudah berdamai. Tadi pak Waka (Polrestabes Medan) yang memediasi. Dia pun (Kapolsek) sudah meminta maaf,” katanya.(*)

172 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment