You are here
Terangi Pesisir Danau Toba, PLN Teken MoU Dengan Pemkab Taput Daerah 

Terangi Pesisir Danau Toba, PLN Teken MoU Dengan Pemkab Taput

topmetro.news – PT Perusahaan Listrik Negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama pelayanan kelistrikan dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara. Penandatanganan kesepakatan berlangsung di Aula Kantor Bupati Taput di Jalan Letjen Suprapto, Tarutung, pada Rabu (12/9/2018) kemarin.

Hadir dalam penandatanganan tersebut Bupati Taput, Nikson Nababan; Wakil Bupati, Mauliate Simorangkir, General Manager PT PLN Wilayah Sumatera Utara, Feby Joko Priharto yang diwakili Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Sumatera Utara, Rino Gumpar Hutasoit, serta jajaran pimpinan SKPD, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Tapanuli Utara.

Menuju Desa Berlistrik 100 Persen

Rino Gumpar Hutasoit menyebutkan kesepakatan kerjasama pelayanan kelistrikan itu meliputi kerjasama dalam upaya mewujudkan Tapanuli Utara menuju desa berlistrik 100 persen di tahun 2019. Ini sejalan dengan program mendorong kepariwisataan di kawasan Danau Toba, dengan menerangi setiap pesisir Danau Toba termasuk di sisi Tapanuli Utara.

“Kerjasama ini untuk mewujudkan semua sisi pesisir Danau Toba, salah satunya Taput, baik desa maupun dusun, tidak ada lagi yang tidak teraliri listrik di tahun 2019. Itu janji kami sebelumnya kepada bupati, dan juga kepada seluruh aparat kecamatan dan desa di Tapanuli Utara. Untuk mewujudkan cita-cita itu, kita butuh sinergi dan kerjasama. Karena untuk bisa masuk sampai kesana kami butuh akses yang disediakan pemerintah daerah,” sebut Rino.

Sementara untuk daya, kata Rino, di Sumatera Utara saat ini sangat cukup. Tidak seperti informasi yang ada di masyarakat dan kalangan investor. Bahkan daya listrik di Sumut saat ini mampu untuk mendukung pertumbuhan 1000 industri baru.

Di kondisi puncak beban PLN mencapai 1740 Megawati (MW). Dengan kondisi itu pada siang hari PLN memiliki surplus sampai 600 MW. Sedangkan pada malam hari surplus 300 MW.

“Sepuluh tahun ke depan, sampai 2027 kita juga masih akan mendapatkan tambahan 4000 MW. Jadi kita sangat siap dari daya listrik. Cuma kita membutuhkan dukungan akses dari pemerintah daerah. Hari ini di Taput, kemudian kita akan ke kabupaten-kabupaten lain,” tukasnya.

“Kita semua sepakat bahwa daerah ini ramah pada investor. Dengan adanya akses, kita siap apakah nanti listrik akan didirikan di pinggir danau atau di atas gunung. Kita siap menyediakan jaringan listrik tanpa membebankan ke investor untuk perluasan jaringannya,” tambah Rino.

Tingkatkan Ekonomi

Selain menaikkan rasio elektrifikasi desa hingga 100 persen, penandatangan kesepahaman kerjasama ini juga menjadi misi PLN untik mendorong kegiatan ekonomi di daerah. Semua kegiatan industri yang bisa menggerakkan ekonomi, akan disuplai.

“Jadi kalau nanti ada masyarakat yang mau membuat home industri atau ada investor baru, silahkan menghubungi petugas kami. Baik itu kekurangan daya ataupun terkait kehandalan listriknya,” jelas Rino.

Rino mengaku, di sejumlah daerah kehandalan listrik PLN memang masih lemah. Penyebabnya mulai dari tiang rubuh, akses dan sebagainya. Sekitar 80 persen gangguan listrik bahkan diakibat oleh pohon.

“Jadi dengan ada MoU ini kita harap persoalan-persoalan itu bisa teratasi oleh Pemerintah Daerah. Ini penting untuk mendukung investor, khususnya investor pariwisata,” pungkas Rino.

“Kami juga mendorong agar pemerintah daerah menerbitkan peraturan daerah yang mengatur agar setiap bibir pantai di Danau Toba dibuat terang benderang. karena itu menarik wisatawan. Karena akan sulit menjual daerah ini kalau dalam keadaan gelap. Cahaya itu sangat kuat untuk menarik wisatawan,” tambahnya.

Kepada masyarakat, Rino berharap agar dapat memanfaatkan program-program yang kini sudah diluncurkan PLN untuk meningkatkan kualitas kelistrikan mereka. Diantaranya program diskon 50 persen untuk tambah daya lewat program gebyar kemerdekaan. Atau program pasang baru yang lebih mudah, cepat, murah dan transparan.

“Dulu untuk pemasangan bisa sampai Rp2 juta-Rp5 juta. Lalu kita buat satu harga dengan seluruh instakarir harganya 900 ribu untuk daya 900 Watt. Kalau ada tambahan pertitiknya Rp.250 ribu. Ini salah satu langkah kita lakukan supaya tidak ada lagi markup harga. Sertifikat layak operasi yang sebelumnya sulit, sekarang akan lebih mudah karena kita sudah siapkan kordinatornya. Komitmen kita, bagaimana pelayana semakin mudah, cepat ,transparan dan murah. Supaya daerah kita ini bisa menggeliat,” tandasnya.

Bupati Taput

Bupati Nikson Nababan menegaskan kesiapannya untuk mendukung program PLN merealisasikan elektrifikasi desa 100 persen di Taput pada tahun 2019 mendatang. Kesiapan itu ditandai dengan telah diinstruksikan seluruh jajaran pemerintahan di Taput untuk berkoordinasi langsung dengan PLN terkait kendala-kendala kelistrikan yang selama ini terjadi.

Di sisi lain, Pemkab Taput juga sudah menyiapkan anggaran untuk membangun infrastruktur jalan akses menuju seluruh desa-desa yang sampai hari ini belum teraliri listrik.

“Rasio elektrifikasi kita sekarang di Taput sekitar 70 persen. Kita harap di 2019 seluruh desa sudah teraliri listrik. Akses jalan untuk ke desa-desa yang belum teraliri listrik itu sudah kita buka. Sebagian sudah kita lakukan pengerasan. Tapi memang ada yang lahannya masih labil. Ke depan sampai 2022 akan kita lakukan pengaspalan,”sebutnya.

Apresiasi atas penandatangan kesepakayam kerjasama ini mendapat sambutan baik dari tokoh masyarakat Tapanuli Utara, Edison manurung. Menurut Edison, kerjasama dalam penguatan elektrifikasi di Taput dan. kawasan Danau Toba harus terus diperkuat.

Dia juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Taput dan PLN yang berinisiatif atas program ini. Ia pun berharap kabupaten lainnya di sekitar Danau Toba juga segera membuat MoU serupa dengan PLN. Apalagi di tahun depan ada anggaran senilai Rp.2 triliun yang disiapkan pemerintah untuk kawasan Danau toba.

“Ini semoga jadi barometer bagi pemerintah di kawasan danau Toba. Bagaimana pemerintah daerah jemput bola untuk memperbaiki kelistrikan di daerahnya. Sebaiknya bupati di kawasan Danau Toba harus melakukan pendataan kawasan yang belum teraliri listrik. Jadi nantinya ada satu pintu penanganan kelistrikan di Danau Toba ini,”harapnya.(TM/ERRIS/REL)

45 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment